Kisah Lenyapnya Kampung di Banjarnegara Akibat Longsor

Tugu peringatan longsor Dukuh Legetang di Kecamatan Batur, Banjarnegara. (amazingwonosobo.blogspot.com)
Tugu peringatan longsor Dukuh Legetang di Kecamatan Batur, Banjarnegara. (amazingwonosobo.blogspot.com)

VIVAnews – Bencana tanah longsor bukan kali ini saja melanda Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Jauh sebelumnya juga pernah terjadi bencana longsor berskala besar yang mengukir sejarah duka.
Bencana longsor terbesar melanda Kabupaten Banjarnegara pada 1955 lalu. Saat itu, longsor menerjang wilayah Dukuh Legetang di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur.

Longsor yang terjadi pada malam hari, antara tanggal 16 dan 17 April, menewaskan seluruh warga yang ada di desa itu. Diperkirakan ada 332 warga Dukuh Legetang terkubur dan 19 warga lain yang tengah berkunjung ke dukuh itu.
Bahkan, longsoran tanah akibat hancurnya tebing di pegunungan Pengamun-amun melenyapkan seluruh wilayah Dukuh Legetang. Nyaris tak ada yang bersisa selain gundukan tanah raksasa yang menjulang tinggi.
Masyarakat Banjarnegara mungkin tidak akan dapat melupakan peristiwa duka itu. Sebagai bukti sejarah, kini di atas lokasi Dukuh Legetang dibangun tugu peringatan yang dilengkapi dengan plat logam bertuliskan:
“TUGU PERINGATAN ATAS TEWASNJA 332 ORANG PENDUDUK DUKUH LEGETANG SERTA 19 ORANG TAMU DARI LAIN-LAIN DESA SEBAGAI AKIBAT LONGSORNJA GUNUNG PENGAMUN-AMUN PADA TG. 16/17-4-1955.”
Tak hanya tugu peringatan, masyarakat Banjarnegara juga selalu rutin menggelar doa bersama di tanggal terjadinya longsor di dukuh itu.
Longsor Jemblung
Setelah 59 tahun berlalu, bencana longsor besar kembali mengoyak Banjarnegara. Diperkirakan lebih dari 100 jiwa menjadi korban.
Hingga saat ini, sudah 57 jenazah warga ditemukan dan dievakuasi tim SAR dan diperkirakan masih ada 51 jenazah lainnya yang belum ditemukan.
Sementara itu, Selasa sore, 16 Desember 2014, pencarian korban longsor di Dusun Jemblung, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara dihentikan karena cuaca hujan dan membahayakan tim SAR.
Jauh sebelum itu, pada 4 Januari 2006, longsor juga melanda Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu. 90 Warga meninggal tertimbun. Sebanyak 76 berhasil ditemukan, dan sisanya sampai kini masih hilang. (hd)

Leave a Comment