Hujan Deras Guyur Bogor, 2 Orang Tewas Tertimbun Longsor

fab367c1-f1ef-40cf-bd7e-b741e5769127_169

Bogor – Hujan deras yang turun di sebagian besar wilayah Bogor berakibat terjadinya bencana longsor di beberapa lokasi. Dalam peristiwa ini, dua warga tewas tertimbun longsor dan satu warga lainnya mengalami luka-luka.
Di Kota Bogor, longsor terjadi di Gang Pancoran RT 03/08 Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Di lokasi tersebut, seorang remaja bernama Ade Ismail (18) tewas tertimbun longsor saat berteduh di gubuk yang tak jauh dari rumahnya. Sementara satu rekannya, Aldi Muhamad Saputra (18) berhasil selamat dan hanya mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.
“Saat kejadian, kedua korban sedang berteduh di saung, sambil main catur. Terus tiba-tiba tebing di belakang saung ambrol. Terus nimpa saung itu dan anak-anak itu,” kata Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Abdul Muit, Minggu (8/11/2015).
Ade Ismail, kata Abdul Muit, meninggal di lokasi karena sempat tertimpa beton penahan tebing. Sementara Aldi langsung dilarikan ke Rumah Sakit Atang Sanjaya karena mengalami luka di kepala dan kakinya.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, longsor juga terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, tepatnya di Kampung Bojong Jengkol Rt 01/05 Desa Cilebut Barat Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Tebing setinggi sekitar 3 meter ambrol dan menimpa rumah milik Jayadi (40).
Dalam kejadian tersebut, Ugan (45), pria asal Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi tewas tertimbun tanah dan rumah milik Jayadi. Ugan merupakan kakak kandung Jayadi yang sengaja datang untuk bersilaturahmi.
Setelah 1 jam tertimbun, jasad Ugan berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari BPBD Kabupaten Bogor, kepolisian, TNI dan warga sekitar. Akibat kejadian tersebut, kini 3 penghuni rumah yang berada di sekitar lokasi longsor mengungsi di rumah-rumah tetangga.
Sejak Minggu (8/11) siang, hujan dengan intensitas tinggi memang mengguyur secara merata di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Selain mengakibatkan bencana longsor, hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak dan sekitarnya membuat ketinggian air Sungai Ciliwung meningkat. Informasi di kepala pengawas Bendung Katulampa Bogor, Andi Sudirman, ketinggian air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa sempat berada di ketinggian 120 centimeter. Kondisi ini, kata Andi, merupakan yang pertama sejak musim kemarau melanda wilayah Bogor.
“Hujan merata ya, dari Puncak, Kota Bogor, dan Kabupaten (Bogor). Sempet di 130 cm tadi sore, tapi sekarang sudah mulai turun, hujan sudah reda. Tapi untuk warga di bantaran sungai (Ciliwung) mesti tetap waspada. Aliran air akan sampai ke Jakarta beberapa jam ke depan,” kata Andi Sudirman.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan bahwa puncak musim hujan akan segera datang , yakni pada bulan Januari. Sehingga, potensi longsor akan semakin tinggi.
“Masyarakat diimbau untuk selalu wasapada. Kenali lingkungan sekitarnya agar mengetahui tanda-tanda longsor atau dapat melakukan mitigasi. Puncak hujan diperkirakan Januari dan potensi longsor akan semakin meningkat,” ungkap Sutopo.

Leave a Comment