Rekahan Tanah Jenawi Kian Lebar, 12 Rumah Terancam Longsor

Tanah di Jambon, Menjing, Jenawi, bergerak, Kamis (12/2/2015). Akibat kejadian itu sejumlah retakan tanah pun terjadi hingga merusak sebagian bangunan warga. (Bayu Jatmoko Adi/JIBI/Solopos)
Tanah di Jambon, Menjing, Jenawi, bergerak, Kamis (12/2/2015). Akibat kejadian itu sejumlah retakan tanah pun terjadi hingga merusak sebagian bangunan warga. (Bayu Jatmoko Adi/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar mengirim tim untuk mengecek rekahan tanah di Desa Menjing dan Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Karanganyar.Pengecekan tersebut menyusul informasi rekahan tanah di dua desa itu kian lebar dan dalam. Sedikitnya 12 rumah terancam longsor akibat rekahan tanah di dua desa ituSaya dapat informasi rekahan tanah di dua desa itu tambah lebar. Tim sudah saya kirim tim untuk cek lokasi. Ya logikanya memang [retakan] bisa bertambah lebar seiring berjalannya waktu,” tutur Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Nugroho, kepada Solopos.com, Senin (7/11/2016).
Nugroho menjelaskan ada beberapa rumah warga yang berpotensi terdampak langsung rekahan tanah tersebut. “Di Menjing sekitar lima rumah, sedangkan di Balong sekitar tujuh rumah,” imbuh dia.Longsor yang berpotensi terjadi di dua desa itu, menurut Nurgoho, berupa luncuran, bukan rayapan. Parahnya, tidak ada early warning system (EWS) di dua lokasi rekahan tanah itu.Nugroho beralasan biaya pengadaan EWS terbilang mahal. “EWS kalau yang dari UGM sekitar Rp300 juta, sedangkan kalau dari UNS Rp200 juta lebih. Pemkab belum pernah beli EWS,” kata dia.
Menurut Nugroho, EWS yang sudah dipasang di sejumlah lokasi merupakan bantuan dari BNPB, BPBD Jateng, dan pihak lain. Menilik kondisi di lapangan dia mengimbau kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai kemungkinan.“Kearifan lokal masyarakat agar dikedepankan karena tidak ada alat-alat untuk mendeteksi pergerakan tanah di lokasi itu. Selalu waspada, terutama saat dan setelah hujan deras,” sambung dia.BPBD akan memasang papan petunjuk arah jalur evakuasi di sejumlah lokasi rawan longsor. Pemasangan papan petunjuk arah itu dilakukan bulan ini.
“Beberapa hari lalu BPBD Jateng sudah menghubungi kami. Apalagi ini mendekati puncak musim penghujan. Sesuai perkiraan BMKG, puncak musim penghujan terjadi Desember 2016-Januari 2017,” ujar dia.Wakil Bupati (Wabup) Karanganyar, Rohadi Widodo, menyerukan pejabat pemangku wilayah mulai dari camat, kades dan lurah, meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam. Cukup banyak lokasi rawan longsor di lereng Gunung Lawu. Cukup berat bila Pemkab harus menyediakan EWS di semua lokasi.Selain tanah longsor, menurut Rohadi, bencana alam yang mengintai yaitu angin kencang dan banjir. Dibutuhkan kewaspadaan dini pejabat di daerah untuk mengantisipasi semua bencana.

Leave a Comment