Tebing Longsor Timpa Rumah Warga di Manado

Tebing di samping Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kombos di Kelurahan Kombos Timur, Kecamatan Singkil longsor menimpa rumah warga di bawahnya. (Donald Karouw/Koran SINDO).
Tebing di samping Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kombos di Kelurahan Kombos Timur, Kecamatan Singkil longsor menimpa rumah warga di bawahnya. (Donald Karouw/Koran SINDO).

 
 
 
 
 
 
 
 
MANADO – Tebing di samping Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kombos di Kelurahan Kombos Timur, Kecamatan Singkil longsor menimpa rumah warga di bawahnya. Namun dilaporkan kejadian yang terjadi sekira pukul 08.00 Wita, tak merenggut nyawa warga.
Informasi yang dihimpun, akibat musibah tersebut, pemilik rumah keluarga Parengkuan-Lengkey, beserta anak bungsunya mengalami sejumlah luka lecet. Luka itu dipicu, terjangan tanah longsor yang menerjang sebagian rumah bagian depan dan sebuah kamar mandi, lalu kemudian longsoran terus jatuh di ketinggian sekira 15 meter.
Menurut korban, Devi Parengkuan (20) saat kejadian dirinya tengah berbaring di atas kasur dalam kamarnya sambil bermain handphone.
Namun tiba-tiba dirinya merasakan tanah bergetar dan terdengar suara seperti gemuruh kecil. Belum sempat mencari tahu apa yang tengah terjadi, bagian seng atap rumahnya langsung jatuh menimpanya.
Setengah bagian tubuhnya hingga dada sudah tertimbun dengan tanah. Panik dan takut, korban lalu berteriak minta pertolongan.
Sedangkan ayah korban Angky Parengkuan mengalami luka lecet di bagian telapak kaki. Di bantu warga sekitar, mereka langsung menolong Devi yang tertimbun tanah.
Pantauan di lokasi jatuhnya longsoran, terdapat sebanyak enam buah batu dengan ukuran yang sangat besar, serta tumpukan tanah berpasir.
Beberapa perabotan rumah tangga milik keluarga Parengkuan-Lengkey juga terlihat berada di bawah lokasi longsoran.
“Tuhan masih sayang torang pe keluarga, yang penting semua selamat,” ujar Vonny Lengkey, ibu korban. Dia menceritakan, keluarganya sudah tinggal di rumah yang berada di bawah tebing ini sejak 2002 silam. Selama itu pula tak pernah ada ketakutan adanya longsoran.
Sayangnya, delapan jam pascabencana longsor yang menimpa rumahnya, belum ada satu pun pihak pemerintahan setempat yang datang memberikan pertolongan.
“Tadi dari kepolisian ada yang datang, namun dari pemerintahan belum ada yang datang, apalagi bantuan,” ungkapnya.
Meski masih dihantui longsor susulan, namun dia bersama dua putra lainnya nekat membersihkan rumah dari tanah yang menimbun bagian depan dan kamar rumahnya.
Sementara itu, Camat Singkil Muflic Basuki mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan bantuan dan pertolongan bagi keluarga yang mengalami bencana longsor.
“Kita lihat di lokasi masih ada dua rumah lainnya di lokasi tanah longsor itu. Kita imbau agar untuk sementara warga bisa mencari alternatiF tempat tinggal lain, untuk berjaga-jaga jangan sampai musibah seperti ini terulang,” katanya.
http://daerah.sindonews.com

Leave a Comment