Tanah Longsor Timbun 6 Orang di Jepang

13 April 2018
in News
Tanah longsor di Oita, Jepang, menimbun enam orang (Foto: Kyodo)

Tanah longsor di Oita, Jepang, menimbun enam orang (Foto: Kyodo)

YABAKEI, iNews.id – Tanah longsor menimbun beberapa rumah warga di Kota Yabakei, Prefektur Oita, Rabu (11/4/2018) pagi. Satu orang tewas dan lima lainnya masih hilang tertimbun longsor.
Tahah di tebing bukit longsor menerjang beberapa rumah pada pukul 03.50 waktu setempat.  Menurut polisi, perbukitan yang longsor memiliki lebar 200 meter dan tinggi 100 meter dan ditumbuhi oleh pohon cemara.

Longsor merupakan bencana yang biasa di Jepang. Pemicunya, biasanya gempa bumi atau hujan deras.  Namun musibah kali ini tidak ada gempa dan hujan. Para ahli geologi memprediksi longsor disebabkan air bawah tanah.
Menurut keterangan pengawas meteorologi  setempat, tidak ada hujan dengan intensitas tinggi yakni di 0,5 milimeter atau lebih dalam 24 jam terakhir.

Korban tewas diketahui bernama Yoshinori Iwashita (45). Dia ditemukan di reruntuhan bangunan rumahnya. Sementara itu lima orang yang hilang adalah perempuan dengan usia antara 21 hingga 90 tahun. Para korban berada di lima rumah yang tertimbun longsor.
Tanah longsor ini menimbulkan kekhawatiran warga sekitar. Seorang pria 76 tahun yang tinggal 2 kilometer dari lokasi kejadian mengatakan, tanah di daerahnya menjadi ringkih setelah gempa bumi besar melanda Kumamoto dan Oita pada 2016.

“Saya khawatir karena semua warga adaah kenalan saya,” kata seorang pria 76 tahun yang tinggal sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian, dikutip dari Kyodo.
Sementara itu ahli pergerakan tanah Hiroyuki Ono mengatakan, tanah longsor memang jarang terjadi di Jepang, namun bencana itu bisa terjadi kapan saja meskipun sebelumnya tak ada gempa bumi atau hujan deras.
Daerah yang mengalami longsor itu merupakan tujuan wisata. Setiap tahunnya 800.000 wisatawan berkunjung ke daerah ini. Kota tersebut juga merupakan bagian dari area taman nasional Yabahitahikosan dan berada di lembah Yabakei.

 

Editor : Anton Suhartono

Post a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*