jual pendeteksi longsor

Tanah Longsor Landa Sejumlah Kawasan di Ambon

22 May 2018
in News

AMBON  – Hujan lebat yang mengguyur Kota Ambon, dalam beberapa hari terakhir mulai berakibat terjadinya tanah longsor di beberapa kawasan dan desa di ibu kota provinsi Maluku tersebut.

Data yang dihimpun di lapangan, Sabtu, talud penahan tanah milik dua keluarga di desa Soya, kecamatan Sirimau, mengalami longsor, sehingga pemilik rumah bersama warga terpaksa memasang terpal untuk menutup longsoran agar tidak tergerus air hujan dan menjadi lebih parah.“Talud penahan tanah yang longsor di samping rumah keluarga Morgan Rahayaan di dusun Kopertis, desa Soya dan satu lainnya milik keluarga Lexi Haumahuw,” kata Sekretaris desa Soya, Melky Soplanit.

Dia mengaku bencana alam tersebut telah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, dan telah diberikan bantuan tanggap darurat berupa terpal untuk menutup badan talud yang longsor, sehingga air hujan tidak merembes dan membuat kerusakan lebih parah.

Selain dua rumah warga, ternyata badan jalan di perbatasan antara Kayu Putih – Desa Soya juga mengalami longsor sepanjang empat hinga meter, dan perlu segera ditangani sehingga tidak mengancam ruas jalan menuju desa tersebut.“Kami sudah meminta Pemerintah Kota Ambon untuk segera melakukan tindakan tanggap darurat sehingga longsorannya tidak menjadi lebih parah dan mengancam akses jalan menuju ke desa Soya,” katanya.

Dia mengemukakan, pemantauan diintensifkan terhadap rumah-rumah warga di desa Soya, mengingat intensitas hujan sedang hingga lebat tanpa henti masih terus menguyur Kota Ambon, sehingga sewaktu-waktu jika terjadi bencana dapat segera ditangani.Sedangkan satu rumah warga di kawasan Halong Batu-Batu, kecamatan Baguala, milik Keluarga Merry Nussy juga dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah karena talud penahan tanah roboh.

“Sebagian dinding rumah ikut roboh bersamaan dengan talud. Untuk sementara lokasi talud yang roboh ditutup dengan terpal, sehinga tidak menjadi lebih parah,” ujar Merry.Longsor cukup parah juga dilaporkan terjadi di perbatasan Negeri Naku dan Kilang, kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel), sehingga akses jalan ke sejumlah desa di kecamatan tersebut terancam putus.Jalan di kawasan Asawang, Negeri Kilang mengalami longsor cukup besar dan lebar jalan yang tersisa hanya sekitar satu meter dan hanya bisa dilalui oleh sepeda motor.

Longsor di ruas jalan poros yang menghubungkan kecamatan Letisel – pusat Kota Ambon tersebut, menyebabkan angkutan kota (angkot) dari dan ke sejumlah tempat di kecamatan Leitisel, maupun mobil pribadi atau truk tidak bisa melalui kawasan Asawang.Pengguna sepeda motor yang akan melewati ruas jalan yang longsor ini harus ekstra hati-hati karena tanah di bagian bawah aspal jalan juga telah tergerus air hujan dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan sehingga jalan putus total.

(Ant)

Continue Reading

Longsor, Jembatan Penghubung Kuala Enok Dan Desa Tanah Merah Amblas

22 May 2018
in News

.

 

INDRAGIRI HILIR, TANAH MERAH – Jembatan penghubung antara Kelurahan Kuala Enok dan Desa Tanah Merah di Kecamatan Tanah Merah, amblas ke dalam sungai akibat musibah tanah longsor yang terjadi di Sungai Perigi, Kecamatan Tanah Merah, Inhil, Riau, Sabtu (19/5/2018) siang

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ambruknya jembatan yang sedang dalam proses perbaikan tersebut.
“Tidak ada korban jiwa, karena jembatan sedang dalam perbaikan. Saat longsor terjadi, pekerja sedang istirahat,” ujar Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tanah Merah IPTU Liber Nainggolan.
Untuk menghindari hal – hal yang tidak di inginkan, Kapolsek mengimbau kepada warga agar tidak beraktifitas di jembatan tersebut.
“Atas kejadian tersebut, kami telah memasang police line di TKP. Kepada warga untuk tidak beraktifitas di jembatan tersebut,” tukasnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan seorang pekerja, Amril Saleh (42), sebelum ambruknya jembatan siang itu, dirinya melihat tanah dan membentuk lobang di sekitar tiang penahan jembatan sesaat sebelum Amril meninggalkan TKP.
Tidak lama kemudian, Amril yang sedang berada di rumah mendengar suara benda jatuh ke dalam sungai, pada saat kejadian kondisi Sungai Perigi dalam keadaan kering.
Mendengar bunyi tersebut, Sontak Amril mengejar ke tempat dia berkerja tadinya, dan ternyata jembatan sudah ambruk ke dalam sungai. Diperkirakan panjang jembatan yang runtuh, lebih kurang 20 meter.(dow)
source : www.riau.news
Continue Reading

Dua Rumah di Cipayung Depok Ambruk Sebagian Akibat Tanah Longsor

21 May 2018
in News
Dua rumah di Gang Pala Bali, RT 4/6, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, mengalami tanah longsor hingga bagian belakang ke dua rumah yang bersebelahan tersebut ambruk. (Foto: Istimewa)    Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Dua Rumah di Cipayung Depok Ambruk Sebagian Akibat Tanah Longsor, http://wartakota.tribunnews.com/2018/05/20/dua-rumah-di-cipayung-depok-ambruk-sebagian-akibat-tanah-longsor. Penulis: Budi Sam Law Malau Editor: Andy Pribadi

Dua rumah di Gang Pala Bali, RT 4/6, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, mengalami tanah longsor hingga bagian belakang ke dua rumah yang bersebelahan tersebut ambruk. (Foto: Istimewa)

HUJAN intensitas sedang yang terjadi di Kota Depok sepanjang Sabtu (19/5/2018), juga mengakibatkan dua rumah di Gang Pala Bali, RT 4/6, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, mengalami tanah longsor hingga bagian belakang ke dua rumah yang bersebelahan tersebut ambruk.Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meski bagian dapur kedua rumah milik Roy dan Nanang tersebut, rusak berat.

Tanah longsor di bagian belakang ke dua rumah terjadi secara tiba-tiba Sabtu sore. Saat itu hujan masih mengguyur wilayah di sana.Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Gandara Budiana, memastikan tidak ada korban jiwa dan luka dalam peristiwa tersebut.”Sebab saat kejadian, semua penghuni rumah berada di bagian depan atau ruang tengah rumah. Sementara bagian yang rusak, karena tanah di bawahnya longsor adalah di bagian belakang rumah,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya langsung menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk membantu mengatasi material longsoran dan membersihkannya. “Sejumlah pihak terkait juga sudah turun dan memberikan bantuan serta penanganan,” kata dia.

Untuk saat ini katanya penghuni rumah diminta tidak dulu tinggal di rumah yang rusak terkena longsor, karena dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan.”Ini untuk mengantisipasi dan mencegah jatuhnya korban jika terjadi longsor susulan,” katanya.Camat Cipayung Asep Rahmat mengatakan sebagian daerah pemukiman di wilayah Cipayung Depok, kontur tanahnya memang labil dan rawan longsor.

Ditambah lagi banyak pemukiman warga yang bangunan rumahnya berada di sisi tebing, bukit, dan  di atas Kali, yang memang rawan longsor.”Kami mengimbau warga yang tinggal di lahan yang konturnya labil agar waspada jika hujan deras turun. Sebab tanah longsor seperti ini terjadi secara tiba-tiba dan harus diantisipasi sejak awal,” kata dia.Sebelumnya pada akhir 2017 lalu, sejumlah peristiwa tanah longsor juga teecatat sempat terjadi di Kecamatan Cipayung, Depok.Diantaranya di Jalan Mandor, Kelurahan Pondok Jaya, Cipayung, Depok dan di Jalan Pasar Rebo, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok.Tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa tersebut, meski sejumlah rumah warga rusak berat karena sebagianya ambruk terkena tanah longsor.(bum)

 

Continue Reading

Jalan Poros Malino-Sinjai Tertutup Tanah Longsor

21 May 2018
in News
Jalan poros Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai ke Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tertutup tanah longsor, Minggu (20/5/2018).    Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Jalan Poros Malino-Sinjai Tertutup Tanah Longsor, http://makassar.tribunnews.com/2018/05/20/jalan-poros-malino-sinjai-tertutup-tanah-longsor. Penulis: Samsul Bahri Editor: Anita Kusuma Wardana

Jalan poros Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai ke Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tertutup tanah longsor, Minggu (20/5/2018).

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI TENGAH- Jalan poros Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai ke Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tertutup tanah longsor, Minggu (20/5/2018).Jalan yang tertutup tanah longsor tersebut terjadi di Desa Gattarang, Kecamatan Sinjai Tengah.

Penyebab tanah longsorr tersebut setelah Kabupaten Sinjai diguyur hujan deras sejak Sabtu (19/5/2018) malam hingga siang ini.Hingga pukul 11.46 Wita siang ini material tanah longsor tersebut masih dipindahkan oleh warga di daerah itu.Akibatnya warga dari arah Kabupaten Gowa ke Sinjai belum hisa mengakses jalan tersebut.

Pekan lalu sejumlah jalan lintas kecamatan dan desa tertimbung tanah longsor. Oleh pihak BPBD Sinjai keluarkan peringatan kepada warga yang bermukim di sekitar daerah rawan bencana agar waspada. (*)

 

 

Continue Reading

Minahasa Kembali Dilanda Bencana Longsor dan Pohon Tumbang

17 May 2018
in News
Alat berat dikerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa menyingkirkan material tanah longsor. Foto Istimewa

Alat berat dikerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa menyingkirkan material tanah longsor. Foto Istimewa

MINAHASA – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Minahasa mengakibatkan tanah longsor dan pohon tumbang di beberapa lokasi, Selasa (8/5/2018). Salah satunya bencana tanah longsor terjadi di ruas Jalan Rerer Kalawiran, Kecamatan Kombi.
“Longsor terjadi sekitar pukul 14.30 Wita,  tapi kini akses jalan sudah bisa dilalui setelah alat berat menyingkirkan material yang menghalangi jalan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Alex Dotulong.

Tanah longsor juga terjadi di Desa Leilem Kecamatan Sonder. Meski tak ada korban jiwa namun jalanan sempat dilanda kemacetan.
Sementara di waktu bersamaan, pohon tumbang menyebabkan ruas Jalan Senduk Munte Kecamatan Tanawangko sempat membuat arus lalu lintas terganggu.“Tumbangnya pohon tersebut terjadi akibat hujan deras dan angin di wilayah Tanawangko dan sekitar nya. Tapi kini akses jalan sudah terbuka dan arus lalu lintas mulai normal kembali,”katanya.
Alex mengimbau kepada pengguna jalan agar berhati hati karena jalan yang licin akibat longsor yang terjadi di beberapa ruas jalan dan beberapa pohon tumbang akibat curah hujan yang cukup deras terjadi di Kabupaten Minahasa.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado kembali mengingatkan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir di wilayah Manado, Bitung, Tomohon, Kotamobagu, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara dan Bolaang Mongondow Timur.“Kondisi ini dapat meluas ke Bolaang Mongondow Selatan. Warga diminta hati-hati dan tetap waspada,” kata prakirawan BMKG Manado, Farid Mufti.

(sms)
Continue Reading

Lagi, Petani Tertimbun Longsor di Wonosobo Ditemukan Tewas

17 May 2018
in News
Tim SAR gabungan kembali menemukan seorang petani tewas akibat tertimbun tanah longsor galian C di Dusun Tegalrejo, Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jateng. Korban kedua yang ditemukan Sabtu (5/5/2018) ini adalah Slamet Nurrohman. Foto/I

Tim SAR gabungan kembali menemukan seorang petani tewas akibat tertimbun tanah longsor galian C di Dusun Tegalrejo, Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jateng. Korban kedua yang ditemukan Sabtu (5/5/2018) ini adalah Slamet Nurrohman. Foto/I

WONOSOBO – Tim SAR gabungan kembali menemukan seorang petani tewas akibat tertimbun tanah longsor galian C di Dusun Tegalrejo, Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Sebelumnya, rekan korban juga ditemukan tak bernyawa setelah keduanya asyik menambang pasir.
Korban kedua yang ditemukan Sabtu (5/5/2018) ini adalah Slamet Nurrohman (57), warga Tegalrejo RT 31/10, Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Jenazahnya ditemukan pukul 14.00 WIB, oleh tim pencari yang dibantu dengan alat berat.

“Setelah upaya pencarian oleh Tim SAR gabungan menggunakan alat berat pukul 14.00 WIB, Slamet Nurrohman berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, selanjutnya kami serahkan ke pihak keluarga,” ujar Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Jateng Agung Hari Prabowo, Sabtu (5/5/2018).
Sebelumnya diberitakan, peristiwa nahas itu bermula saat korban bersama rekannya bernama Hariyadi (50) tengah menambang pasir, Jumat 4 Mei. Mendadak tebing setinggi 10 di atas longsor hingga langsung menimbun keduanya.
“Dari Informasi dua orang buruh sedang mencari pasir di area tanah pertanian tadah hujan, kemarin sekitar pukul 11.00 WIB. Saat menambang pasir tiba-tiba tebing di atas longsor dan menimbun ke dua korban, ketinggian tebing kurang lebih 10 meter,” jelasnya.

Jenazah Hariyadi berhasil ditemukan tim SAR gabungan pada hari itu juga pukul 16.30 WIB.
Dengan ditemukannya dua korban, operasi SAR dinyatakan ditutup, sehingga Basarnas dan tim SAR gabungan kembali ke satuan masing-masing.

(zik)
Continue Reading

Jalan Provinsi di Salem Brebes yang Terputus Longsor Mulai Dibangun

16 May 2018
in News
MULAI DIBANGUN - Pembukaan jalan provinsi baru di kecamatan Salem Brebes mulai dilaksanakan. Sebelumnya, jalan provinsi tersebut putus akibat longsor besar    Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Jalan Provinsi di Salem Brebes yang Terputus Longsor Mulai Dibangun, http://jateng.tribunnews.com/2018/05/12/jalan-provinsi-di-salem-brebes-yang-terputus-longsor-mulai-dibangun. Penulis: mamdukh adi priyanto Editor: iswidodo

MULAI DIBANGUN – Pembukaan jalan provinsi baru di kecamatan Salem Brebes mulai dilaksanakan. Sebelumnya, jalan provinsi tersebut putus akibat longsor besar

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Selain menelan belasan korban jiwa, bencana longsor besar di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Brebes pada Februari 2018 lalu juga memutus jalan provinsi sepanjang 507 meter.Jalan provinsi tersebut menghubungkan antara Kecamatan Salem dan Banjarharjo Brebes.Jalan tersebut juga kerap dilewati sebagai jalur alternatif warga dari Cilacap dan Bumiayu yang hendak menuju Kuningan, Cirebon, Jakarta dan sebagainya.Bina Marga Provinsi Jateng mulai membangun jalan baru. Jalan baru tersebut mengambil jalur hutan milik Perhutani.

Hal itu lantaran jalur lama tidak memungkinkan karena tanahnya yang labil dan dikhawatirkan kembali terjadi longsoran.”Kami tidak bisa menggunakan jalur lama lantaran tanah di sekitarnya dinilai labil. Hal itu juga diperkuat dengan survei dan penelitian dari tim Geologi Bandung,” kata Kepala BPT Bina Marga Wilayah Tegal Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, Tri Haryono, Sabtu (12/5/2018).

Karena itu, jalan baru yang digunakan yakni dengan merambah hutan- hutan.Jalur untuk jalan baru itu yakni melintasi jalur Kampung Ciwindu, Desa Wanoja menuju hutan Bleketepe dan tembus ke Desa Cibodas, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan Jawa Barat kemudian kembali lagi ke Kecamatan Salem. Lintasan di jalur ini sepanjang 7,69 kilometer.Dalam pembukaan akses jalan provinsi baru, Bina Marga mengerahkan empat unit alat berat. Alat berat membuka akses jalan dengan lebar 7 meter.

Pekerjaan akan terus dikebut agar jalan dapat segera dilintasi.Selama jalur putus, warga sekitar yang hendak ke daerah utara atau sebaliknya, mengambil jalur memutar dengan melintasi Kecamatan Bumiayu, Brebes.Sementara Kades Wanoja, Salyo Pranoto, mengharapkan proyek jalan baru tersebut segera teralisasi.”Harapan kami dan seluruh warga tentunya, cuaca bersahabat sehingga memudahkan perampungan pembangunan jalan,” ucapnya.Dalam pembukaan jalan baru itu, masyarakat dibantu dengan jajaran TNI Kodim Brebes turut membantu agar pekerjaan cepat rampung.”Kami, para warga siap dilibatkan dalam kegiatan karya bakti membuka akses jalan baru,” ujarnya. (*)

 

 

 

Continue Reading

Kementerian PUPR Terjunkan Tim Tangani Longsor Puncak

9 May 2018
in News
Kondisi Puncak Pass Km 20+650 pascalongsor yang terjadi pada Rabu (28/3/2018) malam.(Kementerian PUPR)   Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kementerian PUPR Terjunkan Tim Tangani Longsor Puncak", https://properti.kompas.com/read/2018/03/29/170000721/kementerian-pupr-terjunkan-tim-tangani-longsor-puncak.  Penulis : Dani Prabowo Editor : Hilda B Alexander

Kondisi Puncak Pass Km 20+650 pascalongsor yang terjadi pada Rabu (28/3/2018) malam.(Kementerian PUPR)

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menerjunkan tim untuk menangani kasus tanah longsor di kawasan Puncak Pass, Rabu (28/3/2018) malam. Longsor itu terjadi akibat curah hujan yang tinggi di kawasan tersebut. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI, Ditjen Bina Marga Atyanto Busono mengatakan, pemeriksaan intensif dilakukan guna memastikan keamanan dan keselamatan pengendara. Di sisi lain, Kementerian PUPR juga berkoordinasi dengan Polres Bogor untuk menutup kedua arah yang berada dekat Km 20+650, lokasi longsor berada.

“BBPJN VI bersama Pusat Litbang Jalan tengah melakukan pemeriksaan keamanan badan jalan untuk dapat dipastikan aman kembali dilintasi. Lama penutupan jalan jalan masih menunggu hasil pemeriksaan dan penanganan tebing yang longsor,” kata Atyanto dalam keterangan tertulis, Kamis (29/3/2018). Adapun panjang longsoran mencapai 40 meter. Akibatnya, bronjong yang tengah dipasang BBPJN VI ikut runtuh. Padahal, bronjong tersebut dipasang sebagai upaya penanganan atas longsor serupa di lokasi yang sama sebelumnya.

 

“Alat-alat berat yang sudah berada di lokasi saat ini tengah bekerja menangani longsoran. Selain itu juga akan didatangkan alat bore pile untuk digunakan dalam pemasangan tiang pancang pada tebing longsoran,” tutur Atyanto. Selain di lokasi ini, Kementerian PUPR juga tengah menyelesaikan beberapa lokasi yang mengalami longsor pada awal Februari lalu. Selama proses penanganan, bagi masyarakat yang hendak menuju Cianjur diminta untuk lewat jalur alternative Jonggol atau Sukabumi. Selain itu, masyarakat juga diimbau agar berhati-hati bila melewati kawasan Puncak Pass, terutama untuk lokasi yang rentan longsor.

Continue Reading

Tanah Longsor dan Banjir Lumpur Terjang Manado

8 May 2018
in News
Beberapa anak bermain air di depan rumanya ketika banjir merendam rumah mereka (ilustrasi)

Beberapa anak bermain air di depan rumanya ketika banjir merendam rumah mereka (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  MANADO — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPBD) Manado, menyatakan, hujan yang mengguyur kota sejak menyebabkan tanah longsor, banjir lumpur dan pohon tumbang menerjang daerah tersebut.  “Tanah longsor terjadi di beberapa titik di Manado, banjir lumpur, serta pohon tumbang di jalan raya namun tidak ada korban jiwa,” kata Kepala BPBD Manado, Maxmilian Tatahede, di Manado, Ahad (11/1).Ia mengatakan, terhitung sejak Kamis malam sampai Ahad sore, sudah lebih dari tiga bencana terjadi. Semuanya langsung mendapat perhatian dari BPBD, Tagana, Dinas sosial dan RAPI yang ikut membantu

Tatahede menyebutkan, Jumat (9/2) siang banjir lumpur dari perbukitan terjadi di Pulau Manado Tua. Banjir terjadi sebanyak empat kali dan masuk ke rumah tiga warga di pulau tersebut. Kemudian ada tanah longsor Jumat malam di Kelurahan Mahawu, yang menyebabkan rumah dua warga rusak.”Di Mahawu banjir menghantam rumah Ibu Halimah Ahmad dan keluarga Rahman Akulu, tidak ada korban jiwa, namun menimbulkan kerusakan kediaman para korban,” katanya.Lalu pada Sabtu malam, dia menjelaskan terjadi tanah longsor menerjang rumah warga Tikala Kumaraka. Bencana ini menyebabkan kerusakan namun untungnya tidak ada korban jiwa. Sabtu sore, pohon di jalan Sam Ratulangi di depan multimart plaza tumbang dan menimpa sebuah angkutan kota.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun akibat bencana tersebut, para korban harus mengungsi sampai kediamannya bisa diperbaiki kembali. Pohon tumbang langsung dibersihkan supaya tidak menyebabkan masalah baru.Tatahede mengatakan, untuk mengatasi dan mengantisipasi bencana yang terjadi, pihaknya bersama dinas sosial, Basarnas, Tagana serta aparat kepolisian dan TNI AD terus bersiaga sehingga bisa langsung melakukan tindakan memberikan pertolongan ketika terjadi bencana.  “Bahkan kami terus menyampaikan kondisi terkini dan bagaimana perkembangan untuk memeringatkan masyarakat supaya waspada,” katanya.

Continue Reading

Ibu dan Anak Tewas Tertimbun Longsor

8 May 2018
in News
Ilustrasi longsor.

Ilustrasi longsor.

VIVA – Longsor terjadi di Kampung Baru, Lingkungan VII, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Senin malam, 26 Maret 2016, sekitar pukul 19.30 WIB. Akibatnya, seorang ibu dan anaknya tewas tertimbun longsor.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sibolga, Juangon Daulay menjelaskan, korban tewas Linda (32). Saat kejadian, Linda sedang mengandung tujuh bulan. Anak Linda, Citra Pane juga ikut tertimbun dan tewas “Sedangkan Audi Pane anak perempuan Linda lainnya berhasil selamat dalam keadaan luka parah,” ujar Juangon kepada wartawan, Selasa siang, 27 Maret 2018.

 Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur sebagian wilayah Kota Sibolga. Saat itu, Juangon menerangkan, mereka sedang di rumah dan berkumpul nonton televisi.Tiba-tiba terjadi longsor dan membuat rumah tertimpa material longsor itu. “Tiba-tiba dinding rumah mereka diterjang longsor. Korban tertimpa dinding dan material longsor,” ujarnya.

Adapun korban yang selamat sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit setempat, untuk mendapatkan pertolongan dari tim medis.”Ada tujuh sampai delapan titik longsor yang kami deteksi. Tapi yang paling parah di Kelurahan Aek Manis. Karena ada korban jiwa dan korban luka,” ujar Juangon.Selain longsor, hujan deras kemarin malam juga mengakibatkan sebagian wilayah Kota Sibolga terendam banjir. Kejadian itu menyebabkan seorang anak tewas terseret derasnya air.”Namanya Aura Boru Harahap. Dia terseret arus saat akan mengungsi bersama keluarganya. Jenazahnya sudah ditemukan,” kata Juangon.

Continue Reading
Page 1 of 4012345...102030...Last »