jual pendeteksi longsor

TANAH LONGSOR DI MALAYSIA TEWASKAN TIGA PEKERJA MIGRAN

15 October 2018
in News

tanah longsor

JawaPos.com – Tiga orang pekerja asal Myanmar meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor yang terjadi di Dataran Tinggi Cameron di Malaysia akhir pekan kemarin, Minggu, (14/10). Para korban, yang diyakini sebagai pekerja pertanian, sedang tidur di sebuah gudang ketika tanah longsor terjadi.Bencana tanah longsor tersebut terjadi sekitar pukul 3 pagi setelah hujan lebat yang dimulai setelah tengah malam. Para pekerja tak sempat menyelamatkan diri saat bencana itu terjadi.

 “Tanah longsor terjadi karena hujan lebat dan mengubur pondok itu,” kata Kepala Polisi Cameron, Wakil Inspektur Ashari Abu Samah dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat Channel News Asia.Seperti dilansir RMOL.co (Jawa Pos Grup), Ashari  menambahkan,  gudang di mana para pekerja itu tidur dibangun secara ilegal di dasar lereng yang curam. Akibatnya gudang itu sangat rentan terhadap bahaya longsor.(met/JPC)

 

Continue Reading

LONGSOR TERJANG JALAN LINTAS SUMATERA UTARA- TANAH JAWA- SIANTAR

12 October 2018
in News

82de7c32-d2d3-40ff-840c-5c60acdeb50b-tile

PEMATANG SIANTAR SBSINEWS – Intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah Sumatera Utara akhir-akhir ini menyebabkan tanah amblas dan longsor di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di tanah jawa – kota siantar, Rabu 10/10/2018 pukul 05.00 WIB.Amblas dan longsor ini tidak menimbulkan korban jiwa.Pantauan SBSINEWS langsung ke TKP kondisi jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, hampir seluruh ruas jalan mengalami longsor dan hamper putus.

Akibat peristiwa ini jalan lintas sumatera yang menuju siantar macet total, Polantas Polres Siantar disiagakan untuk mengatur dan berjaga-jaga di tempat kejadian. Dihimbau kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara yang ingin melakukan perjalanan ke Siantar – Sumatera Utara untuk berhati – hati atau sebaiknya mencari alternatif jalan lain. (BH)

Continue Reading

Bersama Warga, Bhabinkamtibmas Cilongok Banyumas Kerja Bakti Singkirkan Tanah Longsor

9 October 2018
in News

WhatsApp-Image-2018-10-05-at-21.31.41

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Banyumas – Bertempat di Desa Gununglurah, Bhabinkamtibmas Polsek Cilongok, Polres Banyumas, Polda Jawa Tengah Aipda M. Ridwan, S.H bersama warga melaksanakan kerja bakti menyingkirkan tanah longsor, Jum’at (05/10/2018).Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun, S.I.K melalui Kapolsek Cilongok AKP Warsono, S.Sos mengatakan dalam kegiatan tersebut Aipda M. Ridwan bergabung bersama dengan Kadus 1 Desa Gununglurah, Ketua RT. 06, serta kurang lebih 35 warga setempat untuk meningkatkan sinergitas dan memperkuat silatirahmi yang telah terjalin, anggota kami bersama dengan warga menyingkirkan longsoran tanah yang disebabkan oleh kebocoran paralon air bersih akibat pecah sehingga tanah longsor sepanjang 10 M dan lebar 8 M menutupi jalur jalan antara Sokawera menuju Gununglurah, terangnya.Diharapkan dengan kegiatan ini, silaturahmi Polri bersama warga semakin kuat dan akses jalan dapt digunakan kembali oleh warga setempat untuk aktifitas sehari hari.(Rahyanto Humas Polsek Cilongok/Promoter Humas Polres Banyumas)

 

Continue Reading

Dua Rumah di Pondok Terong Rusak Berat Dihantam Longsor

4 October 2018
in News

dua-rumah-di-pondok-terong-rusak-berat-dihantam-longsor-NZq

DEPOK – Hujan yang mengguyur Kota Depok pada Sabtu, 19 Mei 2018 sore hingga malam menyebabkan longsor di RW 06 Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung. Dua rumah warga milik Roy dan Nanang di Gang Pala Bali 3, RT 04/06, ruska berat akibat longsor.
Bagian atas kedua rumah tersebut ambruk usai dihantam air hujan yang deras. Nanang mengatakan, saat itu hujan turun sangat deras, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari bagian belakang rumah. “Pas kita lihat rumah belakang sudah ambruk dan sejumlah barang terbawa tanah longsor hingga terkubur,” kata Nanang, Minggu (20/5/2018).
Beruntung saat kejadian tidak ada sanak saudaranya yang berada di belakang rumah. Untuk sementara dia bersama keluarga lainnya mengungsi ke lokasi yang aman dengan menumpang ke rumah sanak saudara. Atas kejadian ini Nanang mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok R Gandara Budiana membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kami sudah turunkan lima anggota ke lokasi dan satu kendaran unit pompa dengan kapasitas 1.000 liter,” ucapnya.

 

Continue Reading

Longsor di Lembah Sabil Abdya, Tower Telkomsel Terancam Roboh

3 October 2018
in News
Warga dan petugas melihat peristiwa longsor tebing Gunung Kayee Aceh dalam peristiwa hujan lebat, Senin (1/10/2018) malam. Tower BTS Telkomsel tersebut hanya tinggal waktu rubuh karena tebing gunung yang runtuh sudah menyentuh beton dua tapak tower.    Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Longsor di Lembah Sabil Abdya, Tower Telkomsel Terancam Roboh, http://aceh.tribunnews.com/2018/10/02/longsor-di-lembah-sabil-abdya-tower-telkomsel-terancam-roboh. Penulis: Zainun Yusuf Editor: Fatimah

Warga dan petugas melihat peristiwa longsor tebing Gunung Kayee Aceh dalam peristiwa hujan lebat, Senin (1/10/2018) malam. Tower BTS Telkomsel tersebut hanya tinggal waktu rubuh karena tebing gunung yang runtuh sudah menyentuh beton dua tapak tower.

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE-  Hujan lebat mengguyur kawasan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Senin (1/10/2018) malam, juga berdampak longsor pada tebing gunung Desa Kayee Aceh, Kecamatan Lembah Sabil.Peristiwa tanah longsor tebing bukit lokasi depan Pos Polisi (Pospol) Lembah Sabil itu sangat mengancam  Tower BTS (Base Transceiver Station) milik Telkomsel yang dibangun di atas pegunungan tersebut.

 Sebab, tebing gunung yang longsor sudah menyentuh beton dua tapak tower BTS Telkomsel di atas pegunungan itu.Camat Lembah Sabil, TR Syahir dihubungi Serambinews.com, Selasa (2/10/2018) menjelaskan, hujan lebat, Senin malam berdampak semakin memperparah longsor tebing gunung lokasi Dusun Kayee Aceh, Desa Kayee Aceh, tempat dibangun tower BTS Tekomsel.
“Tower memang tampak masih berdiri tegak, namun bila diguyur hujan lebat kembali maka sangat mengancam tower tersebut. Sebab, tebing yang runtuh sudah menyentuh beton dua tapak tower di lokasi,” kata Camat TR Syahir.Kondisi Tower BTS Telkomsel yang sangat mengkhawatirkan pasca  peristiwa longsor tebing, selain ditinjau Camat TR Syahir juga  Waka Polres Abdya, Kompol Jatmiko, termasuk pantauan Kepala BPBK (Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten) Abdya, Amiruddin, Selasa (2/10/2018).

Sejumlah warga terutama kaum ibu yang bertempat tinggal di sekitar tower dibangun mendatangi pejabat sewaktu meninjau lokasi tower yang ternacam ambruk tersebut. “Sejumlah warga mengadu bahwa mereka sangat khawatir tower tersebut segera rubuh dan mereka mengaku takut tinggal di rumah sekitar lokasi,” ungkap Camat Lembah Sabil.Melihat kondisi terkini, menurut Camat Lembah Sabil, Syahir Tower BTS Telkomsel tersebut harus dibongkar kemudian dipasang pada lokasi yang aman.

Banjir dalam peristiwa hujan lebat Senin (1/10/2018) malam mengakibatkan sejumlah rumah warga di beberapa desa terendam banjir. Terparah, menurut Camat Syahir adalah rumah warga di Desa Tokoh II, Alue Rambot dan Meurandeh.Banjir yang masuk ke dalam rumah warga mulai surut, Selasa pagi, namun masih menggenangi area pekarangan rumah warga dan areal pertanian setempat

Continue Reading

Tanah Longsor dan Banjir Landa 5 Kabupaten di Aceh

3 October 2018
in News
Tanah Longsor terjadi disejumlah Kabupaten di Aceh, Selasa (2/10/2018).  (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)

Tanah Longsor terjadi disejumlah Kabupaten di Aceh, Selasa (2/10/2018).
(Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)

Cuaca buruk melanda sebagian besar wilayah Provinsi Aceh. Akibat curah hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin (1/10), tanah longsor dan banjir merendam lima kabupaten. Ratusan warga terpaksa ikut mengungsi.

Kelima kabupaten itu, yakni Aceh Utara, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Selatan dan Singkil. Kabupaten Aceh Tengah turut dihantam tanah longsor.Sebanyak 26 desa dari tiga kecamatan di Aceh Utara, Kecamatan Matangkuli, Tanah Luas, Pirah Timu, dikepung banjir bandang hingga menggenangi pemukiman warga.Di Matangkuli, ratusan kepala keluarga (KK) mulai mengungsi ke masjid, meunasah –bangunan serba guna– hingga ke sejumlah tempat yang lebih tinggi  

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), T Ahmad Dadek, mengatakan, tingginya curah hujan yang mengakibatkan meluapnya Sungai Keuruetoe, membuat pekarangan rumah warga terendam air dengan ketinggian rata-rata 30 hingga 100 sentimeter.“Tidak ada korban jiwa. Tapi di Gampong (desa) Lawang sebanyak 170 jiwa harus mengungsi,” kata Dadek dalam keterangannya, Selasa (2/10).Sebutnya, meluapnya air tersebut tidak hanya merendam pemukiman pendudukan, melainkan juga ikut menggenangi area perkebunan warga “Upaya yang sedang dilakukan, petugas tengah mendata dampak kebutuhan dasar, evakuasi warga yang terjebak banjir. SAR Aceh Utara, Relawan IPSM (Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat), RAPI, Tenaga Medis dari Relawan PSC (Public Safety Center) juga ikut turun ke lapangan. Kendala hanya cuaca masih hujan (sedang-lebat) dan keterbatasan peralatan ruber boat,” tuturnya. Sementara itu, di Kabupaten Aceh Barat Daya, banjir merendam sejumlah desa di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Tangan-tangan (dua desa), Manggeng (8 desa), Lembah Sabil (6 desa), dan Kecamatan Babahrot (1 desa).“Akibat hujan dengan intensitas tinggi, sejak sore hingga malam tadi rumah penduduk direndam banjir. Air baru surut sekitar pukul 00.20 WIB, dan masyarakat mulai beraktivitas seperti biasa,” papar Dadek. Sedangkan untuk tanah longsor di Aceh Tengah, tepatnya di Kecamatan Kute Penang, terjadi pada Senin (1/10) pukul 22.10 WIB. “Hujan yang sangat deras mengakibatkan longsor pada Tebing Penahan Tanggul di Kampung Kute Panang, tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.

Continue Reading

DUA RUMAH WARGA TERTIMBUN TANAH LONGSOR DI PADANG PARIAMAN

2 October 2018
in News
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

“Itu data sementara, kita masih mengumpulkan data lebih lengkapnya, termasuk luas areal pertanian yang rusak”PARIAMAN (inspiratormedia.id) – Dua unit rumah di Korong Guguak, Padang Pauah, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat tertimbun tanah longsor pada Senin malam (1/10) sekitar pukul 19.00 WIB usai hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut.

“Ada sekitar empat rumah di lokasi longsor, tetapi yang tertimbun hanya dua unit,” ucap Camat VII Koto, Padang Pariaman, Masrimfi Noor di VII Koto, Selasa (2/10).Beliau menyebutkan dua kepala keluarga yang rumahnya tertimbun oleh longsor mengalami luka ringan, dan sekarang sudah mengungsi ke rumah saudaranya yang lain.“Ada sekitar empat korban yang mengalami luka ringan,” ujarnya.

Sedangkan keluarga yang rumahnya tidak tertimbun tanah longsor sudah diminta untuk mengungsi ke rumah keluarganya karena kondisi tanah yang rawan longsor.Sekarang lanjutnya, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah Padang Pariaman sedang berusaha membersihkan material longsor.Beliau mengungkapkan akses ke lokasi tersebut putus karena jalan setapak dan terjal menuju lokasi tersebut ikut tertimbun tanah longsor.Selain tanah longsor, lanjutnya juga terjadi banjir bandang dengan kedalaman sekitar kurang lebih satu meter yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.Banjir bandang tersebut menyebabkan sawah rusak, tiga sapi, enam kambing, serta sejumlah ayam dan bebek hanyut terbawa arus banjir tersebut.

“Itu data sementara, kita masih mengumpulkan data lebih lengkapnya, termasuk luas areal pertanian yang rusak,” ucapnya.Sebuah jembatan di Nagari Koto Dalam Barat, Kecamatan Padang Sago yang menghubungkan daerah tersebut dengan Kecamatan VII Koto juga putus.Jembatan itu ambruk sekitar kurang lebih pukul 17.30 wib sehingga akses ke daerah itu putus. Untuk saat ini para warga masyarakat sedang bergotong royong untuk membuat jembatan darurat.Tidak hanya itu sejumlah jalan juga tertimbun tanah longsor sehingga menghambat akses jalan di daerah tersebut

 

Penulis: Anton Nursamsi

 

Continue Reading

Awas Tanah Longsor di Kavling Punggur

1 October 2018
in News

 

wajahbatam.id_180925_035018 PT. KLB yang melakukan pengerukan tebing tepat di bawah sekolah Haebenezer telah menjadikan kawasan tersebut menjadi kawasan berbahaya.WAJAHBATAM.ID | Batam (25/09/2018), PT. KLB yang melakukan pengerukan tebing tepat di bawah sekolah Haebenezer telah menjadikan kawasan tersebut menjadi kawasan berbahaya, dimana kawasan tersebut adalah jalur lalu lalang masyarakat khususnya anak-anak sekolah. Demikian informasi via WhatsApp dari seorang warga yang tak bersedia disebutkan namanya, Minggu (23/09) pukul 08:53 WIB.

Warga tersebut menghubungi Wajah Batam (WB) dengan harapan agar WB dapat memberi peringatan kepada masyarakat khususnya para pelajar yang setiap hari menggunakan jalur jalan diseputaran daerah longsor tersebut agar dapat berhati-hati melewati jalan tersebut.Selanjutnya beliau mengatakan bahwa peristiwa tanah longsor yang berlokasi di RT. 04 / RW. 21 Kavling Punggur terjadi pada Sabtu malam (22/09) sekitar pkl 22:00 WIB. Tidak ada korban jiwa ataupun materi dalam kejadian ini, demikian warga tersebut menutup pembicaraannya.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada satupun pihak yang dapat dihubungi oleh WB untuk dimintai keterangan.

Continue Reading

Tanah Longsor Tewaskan 12 Orang di Filipina

26 September 2018
in News
Tanah longsor di Filipina (ist)

Tanah longsor di Filipina (ist)

MANILA (Garudanews.id) – Tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat menewaskan sedikitnya 12 orang pada Kamis (20/9) di Filipina wilayah tengah. Pasukan keamanan dan pekerja penyelamat berusaha keras untuk menemukan sejumlah korban yang dikhawatirkan masih terperangkap.Sementara 12 orang lainnya berhasil dikeluarkan hidup-hidup karena bongkahan batu dan tanah yang padat oleh hujan yang menyelimuti sejumlah rumah di dekat tambang batu gamping di pinggiran Kota Naga di pulau Cebu. Setidaknya, 50 orang dinyatakan hilang di wilayah tersebut.

“Para penyelamat harus berhati-hati dalam penyelamatan,” ujar Gary Cabotaje, juru bicara pemerintah kota, seperti yang dikutip dari laman berita Reuters.Petugas pemadam kebakaran, angkatan laut, tentara dan polisi bergabung dengan upaya untuk menemukan orang-orang yang terperangkap di puing-puing rumah yang hancur.

Sebagian besar penyelamat menggunakan kapak dan sekop karena bila menggunakan alat berat bisa membahayakan mereka yang masih terperangkap dan hidup.Hujan lebat yang sejak akhir pekan lalu terjadi karena dibawa oleh Topan Mangkhut ini menyebabkan lebih dari 100 tanah longsor, kebanyakan di daerah Cordillera yang bergunung-gunung di Luzon. Korban tewas karena Mangkhut di Filipina mencapai 88 jiwa.

Sayangnya, operasi penyelamatan di Cebu terhambat oleh hujan dan tanah yang gembur, kata pemerintah provinsi.Upaya penyelamatan besar-besaran sedang dilakukan di Itogon, di sebuah lokasi penambangan kecil. Sebanyak 28 orang ditemukan tewas, sebagian besar penambang. Tim penyelamat sedang mencari 52 orang yang masih terperangkap sejak Sabtu, hanya saja kemungkinan mereka bisa keluar hidup-hidup cukup tipis. (Gtr/Lya)

Continue Reading

Tim SAR Filipina Terus Cari 54 Korban Tewas Tertimbun Tanah Longsor

19 September 2018
in News
Profil Redaksi & Manajemen Info Iklan Panduan Kebijakan Media Langganan Majalah Rabu, 19 September, 2018 Gontornews Pasang iklan sekarang! HOMENEWS INPIRASI PENDIDIKAN MUAMALAH TADABBUR VALUES SAINTEK LAPUTWAWANCARAGONTORIANA Home  News  Dunia Tim SAR Filipina Terus Cari 54 Korban Tewas Tertimbun Tanah Longsor Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan   17 September 2018  in Dunia  0  0   0 Tim SAR Filipina Terus Cari 54 Korban Tewas Tertimbun Tanah Longsor Pencarian Korban Tertimbun Tanah Longsor Akibat Topan Mangkhut di Filipina. (Foto: Reuters)

Pencarian Korban Tertimbun Tanah Longsor Akibat Topan Mangkhut di Filipina. (Foto: Reuters)

Cordillera, Gontornews – Pasca diterjang Topan Mangkhut yang menghantam Filipina, Sabtu (15/9), tim SAR yang dibantu 300 orang yang terdiri dari polisi, tentara, pemadam kebakaran serta sejumlah relawan berusaha untuk menemukan 54 korban tewas akibat tertimbun tanah longsor di desa Ucab, Cordillera, Senin (17/9).Menurut informasi yang dilansir Reuters, pihak berwenang mencatat ada setidaknya 50 orang hilang dengan 6 orang merupakan anak-anak. Walikota Cordillera pun pesimis dengan keselamatan ke-50 orang yang hilang tersebut.

 “Saya yakin 99%, mereka tewas tertimbun,” kata Walikota Cordillera, Victorio Palangdan kepada Reuters.“Kami akan terus mencari sampai ketemu,” tambah Palangdan.Sementara itu sejumlah relawan tengah berusaha untuk membersihkan tumpukan puing-puing seperti atap yang roboh, beton dan papan kayu setinggi 50 kaki atau sekitar 15,24 meter di wilayah sekitar desa Ucab.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Filipina, Roy Cimatu memutuskan untuk menghentikan praktik penambangan di wilayah Cordillera setelah 24 orang dikabarkan tewas terkubur akibat topan Mangkhut. Wilayah Cordillera di Filipina diketahui merupakan tambang emas yang dijalankan oleh perusahaan Benguet Corp. Tidak jauh dari situ, ada sejumlah penambang emas ilegal di wilayah rawan tanah longsor.

“Dari apa yang saya lihat, proses ini akan memakan waktu. Kami tidak menyadari seberapa dalam mereka tertimbun tanah,” ungkap salah seorang tim penyelamat, Peter Negrido.Masalah lain yang dihadapi oleh tim penyelamat adalah terputusnya akses jalan yang menghubungkan desa Ucab dengan wilayah lainnya. Hal ini mengakibatkan terhambatnya proses pengiriman bantuan serta kendaraan berat untuk menyingkirkan puing-puing di wilayah tersebut.“Alat berat tidak bisa masuk karena akses jalan terputus akibat longsor,” kata tim penyelamat dari pihak kepolisian, Helder Sikwan.“Tidak ada tanda-tanda kehidupan. Perintah yang diberikan kepada kami adalah dengan terus melakukan pencarian dan pengangkatan (jenazah yang tertimbun tanah longsor),” pungkas Sikwan. [Mohamad Deny Irawan]

Continue Reading
Page 1 of 4712345...102030...Last »