Puluhan Rumah di Bogor Rusak akibat Pergeseran Tanah dan Longsor

BOGOR – Sebanyak 28 rumah di Kota dan Kabupaten Bogor rusak akibat pergerakan tanah dan longsor.  Hujan lebat yang mengguyur wilayah Bogor, sejak siang hingga Senin, 22 Oktober 2018 kemarin sore ini lah yang membuat terjadinya pergerakan tanah dan longsor.
Di Kabupaten Bogor, tepatnya di Kampung Cimangurang, Desa Cijayanti, dilaporkan sebanyak 25 rumah rusak berat dan ringan akibat pergeseran tanah. Ketua Tagana Kabupaten Bogor, M Taufik mengatakan, berdasarkan data sementara, sebanyak 22 rumah dan 1 masjid Nurul Falah mengalami kerusakan berupa retak-retak temboknya.
“Kalau data dari kami, hujan deras yang mengguyur kemarin membuat 22 rumah dan satu tempat ibadah retak-retak. Selebihnya saat ini kita sedang melakukan pendataan,”  kata Taufik pada Selasa (23/10/2018).
Sementara itu, Kapolsek Babakanmadang, Kompol Wawan Wahyudin mengatakan, pergerakan tanah dan longsor terjadi dua kali pada pukul 07.00 WIB dan 19.00 WIB. Rumah yang rusak itu ada di tiga RT yakni 03, 04, dan 07, RW 02.
“Kita masih melakukan pendataan untuk kerusakan bangunan secara keseluruhan belum tahu. Tapi data dari kecamatan sebanyak 25 rumah dan masjid satu unit,” ujar Wawan.
Terpisah, Camat Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Yudi Santosa menambahkan, pergeseran tanah terjadi dua kali pertama, pada pukul 07.00 WIB, sebelum hujan turun yang kedua kembali terjadi pada pukul 19.00 WIB, dengan rekahan tanah kurang lebih sekitar 30 centimeter.”Tadi kita sudah mengecek lagi, ternyata  benar telah terjadi pergeseran tanah, beberapa kali. Terakhir pada pukul 21.00 WIB, rekahannya menjadi satu meter,” jelasnya.
Menurutnya, sebanyak 25 rumah retak akibat pergeseran tanah itu jika tak segera dievakuasi atau ditangani sebagaimana mestinya bisa mengancam nyawa para penghuninya. “Jadi sampai saat ini yang terancam longsor dan sudah retak-retak akibat pergerakan tanah ada 25 rumah di Kampung Cimangurang RW 02 yaitu di RT 03, 04 dan 07 Desa Cijayanti. Penyebabnya karena tiga hari terakhir hujan, tapi Alhamdulillah tak ada korban,” ungkapnya.
Pihaknya, menduga penyebab dari pergeseran tanah itu karena hujan selama tiga hari terakhir ini cukup deras. Meski tak ada korban jiwa, namun kerugian akibat kejadian ini  ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada jika hujan kembali turun.
Di tempat terpisah, longsor dan banjir juga menerjang Kota Bogor, tepatnya di Kampung Huni Bangkok, RT 03/14,  Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat. Menurut Ketua RT 03, Ahmad Rosmana mengatakan, musibah ini sebelumnya sudah tiga kali terjadi di kawasan ini. Namun peristiwa keempat ini yang paling parah dari kejadian sebelumnya.”Yang terdampak longsor ada tiga rumah. Sedangkan yang terkena lintasan banjir akibat meluapnya Kali Cibereum semalam ada 25 kepala keluarga,” ujarnya.
Dia menuturkan, banjir melanda 28 rumah yang dihuni kepala keluarga itu setinggi 50-80 centimeter. “Nah banjir itulah yang menyebabkan longsor hingga merusak tiga rumah,” jelasnya.
Rosmana menuturkan, akibat kejadian tersebut aliran selokan yang mengalir ke aliran Kali Cikamuning, Sungai Ciliwung pun terdendat.”Karena tersendat terus meluap masuk ke rumah warga, sekarang warga sama BPBD lagi evakuasi bekas longsoran karena kasihan juga ini warga,” ucapnya.

(whb)

Leave a Comment