Longsor di Pekalongan, Satu Warga Hilang Diduga Tertimbun

Foto: Robby Bernardi/detikcom
Foto: Robby Bernardi/detikcom

pekalongan – Tanah longsor terjadi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Satu orang warga dinyatakan hilang. Korban diduga tertimbun longsor.Longsor di sebuah tebing yang berada di kawasan hutan petak 56 Perhutani KPH Pekalongan Timur, Dukuh Godang, Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran terjadi Rabu (07/02). Longsor diakibatkan intensitas hujan yang turun cukup tinggi hingga hari ini.
Warga yang hilang bernama Rali (45), seorang pencari rumput, warga Dukuh Godang. Kepala Desa Tenogo, Agus Susilo kepada detikcom mengatakan di wilayahnya intensitas hujan dalama bebebrapa hari terakhir sangat tinggi. Keberadaan korban hilang sendiri diketahui oleh pihak keluarga pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIB.
“Kebiasaan korban memang mencari rumput saat pagi. Biasanya dia (korban) pergi dari rumah sekitar pukul lima dan pukul tujuh sudah berarumah,” kata Agus Susilo.
Tim SAR masih melakukan pencarian korban longsor
Menurutnya korban biasa mencari rumput di sekitar lokasi terjadinya longsor. Karena belum pulang keluarga mencarinya dan kemudian melaporkan ke desa.
Sementara itu Edi Harwono, petugas KPH Pekalongan Timur menambahkan korban dipastikan berada di lokasi longsor tersebut. Sebab di dekat lokasi ditemukan barang milik korban.
“Disekitar lokasi ada jejak kaki dan rumput milik korban juga berada di sekitar lokasi,” jelasnya.
Korban sendiri saat pergi dari rumah mengenakan kaos kuning, celana hitam, topi hitam, sepatu blandong putih, serta membawa sabit dan tali bambu.
Menurut Edi Harwono, tebing yang longsor ini seluas 0,5 hektar. Diketahui pada jalan setapak menuju lahan longsor terdapat jejak kaki dan bekas potongan rumput, serta diduga korban tertimbun material.
Hingga saat ini masih dilakukan pencarian terhadap korban, meski hujan masih turun. Pencarian dilakukan oleh warga, anggota TNI dan Polri, BPBD, PMI, KPH Pekalongan Timur, SAR dan relawan.
Petugas melakukan upaya pencarian sejak pukul 13.00. Upaya pencarian ini sempat terhambat dengan adanya longsor susulan. Bahkan, dua warga yang ikut melakukan pencarian, nyaris tertimbun karena longsor susulan tersebut.
Hingga Rabu petang pencarian dihentikan mengingat lokasi terjadinya longsor terjadi hujan dan kabut tebal yang turun. Selain itu, karakter tanah di lokasi setempat labil.
“Upaya pencarian dihentikan karena hujan dan kabut tebal turun. Rencananya akan dilakukan pencarian kembali kamis besok pagi,” pungkas Edi Harwono.
(bgs/bgs)
 
 

Leave a Comment