News

Hujan Semalaman, Satu Rumah Warga di Pancoran Mas Depok Ambruk Akibat Tanah Longsor

23 April 2018
in News
Tanah longsor di Jalan Rambutan, RT 8/6, Kelurahan/Kecamatan Pancoran Mas, Depok, mengakibatkan satu rumah di sana ambruk, Senin (23/4/2018) sekira pukul 01.30   Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Hujan Semalaman, Satu Rumah Warga di Pancoran Mas Depok Ambruk Akibat Tanah Longsor, http://wartakota.tribunnews.com/2018/04/23/hujan-semalaman-satu-rumah-warga-di-pancoran-mas-depok-ambruk-akibat-tanah-longsor. Penulis: Budi Sam Law Malau Editor: Yaspen Martinus

Tanah longsor di Jalan Rambutan, RT 8/6, Kelurahan/Kecamatan Pancoran Mas, Depok, mengakibatkan satu rumah di sana ambruk, Senin (23/4/2018) sekira pukul 01.30

HUJAN dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Kota Depok sejak Minggu (22/4/2018) malam hingga Senin (23/4/2018) dini hari, mengakibatkan tanah longsor di Jalan Rambutan RT 8/6, Kelurahan/Kecamatan Pancoran Mas, Senin sekira pukul 01.30.Longsornya tanah membuat satu rumah warga yang ditempati keluarga Jamaluddin, ambruk dan rusak. Bangunan rumah yang ambruk terdapat di bagian dapur hingga hampir ke ruang tengah.

Posisi bangunan dapur yang berada tepat di atas tebing, membuat bangunan seketika ambruk saat tanah di bawahnya bergeser atau longsorSulaeman, warga sekitar menuturkan, ambruknya sebagian rumah Jamaludin terjadi pada Senin (23/4/2018) sekitar pukul 01.30. Saat itu, sebagian besar warga masih tertidur lelap.”Ambruknya tiba-tiba saja, padahal hujan enggak deras. Awalnya, kata Pak Jamaludin, ada suara gemuruh, ternyata tanah di bagian dapur bergeser atau longsor, dan akhirnya bangunan dapur ambruk,” ungkapnya, Senin.

Meski begitu, kata dia, tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa ini.”Pak Jamaludin beserta istri dan anaknya selamat dan sempat tinggal sementara di rumah warga lainnya, untuk mengantisipasi longsor susulan,” jelas Sulaeman.Usai kejadian, sejak Senin dini hari sejumlah petugas terkait sudah mendatangi lokasi rumah longsor dan membantu membersihkan puing-puing.

Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Depok Ahmad Supandi mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi dan berupaya mengevakuasi puing rumah yang ambruk, serta mencoba menahan sisa tanah yang bergeser dengan turap sementara, agar tidak kembali longsor”Jadi ambruknya sebagian rumah karena ada pergeseran tanah di bawahnya. Sebab, posisi lahan memang di sisi tebing dan sedikit agak meninggi,” ucap Ahmad.Pihaknya, kata Ahmad, tengah melakukan pendataan material yang dibutuhkan untuk mencegah longsor kembali terjadi di sana. Dari hasil inventarisir pihaknya, kerugian akibat peristiwa ini mencapai sekitar Rp 50 juta.”Sebab selain bangunan ambruk, sejumlah peralatan elektronik di dalamjya ikut jatuh dan tertimpa puing sehingga rusak,” beber Supandi.Ke depan, kata dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan segala pihak untuk mengatasi longsor dan ambruknya rumah di Pancoran Mas, Depok ini.Di lokasi rumah Jamaludin yang ambruk, tampak sebagian bangunan rumahnya hingga atap, runtuh. Sejumlah petugas mulai dari Tagana Kota Depok, Kodim Depok, kepolisian, dan PMI Kota Depok, datang ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat. (*)

 

 

Continue Reading

Gempa Picu Longsor Beberapa Titik di Kalibening

20 April 2018
in News
Gempa di wilayah Kecamatan Kalibening Banjarnegara memicu pergerakan tanah di sejumlah titik. Bahkan beberapa lokasi juga longsor, Rabu 18 April 2018    Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Gempa Picu Longsor Beberapa Titik di Kalibening, http://jateng.tribunnews.com/2018/04/19/gempa-picu-longsor-beberapa-titik-di-kalibening. Penulis: khoirul muzaki Editor: iswidodo

Gempa di wilayah Kecamatan Kalibening Banjarnegara memicu pergerakan tanah di sejumlah titik. Bahkan beberapa lokasi juga longsor, Rabu 18 April 2018

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA – Gempa di wilayah Kecamatan Kalibening Banjarnegara memicu pergerakan tanah di sejumlah titik.Bukit desa Kasinoman longsor hingga menimbun perkebunan warga. Kejadian ini bersamaan dengan peristiwa gempa (18/4/2018) kemarin.Bekas longsor masih terlihat jelas dengan kondisi tebing yang gundul karena terkikis longsor.

Longsor kecil juga terjadi di beberapa titik tebing jalan provinsi Kalibening-Wanayasa hingga materialnya menimbun sebagian badan jalan.Sejumlah titik tebing jalan maupun perkebunan di Desa Kertosari juga mengalami longsor hingga menutup separuh badan jalan.”Longsor terjadi kemarin pas gempa. Tidak ada rumah yang kena, hanya kebun,” kata Sutomo, warga Desa KasinomanDi Dusun Kebakalan, bersamaan dengan gempa terjadi, muncul retakan memanjang di pemukiman warga Rt 1 yang merupakan area terdampak paling parah.Titik retakan terlihat di depan rumah Sigit, warga Rt 1, dengan lebar 1-2 cm yang memanjang ke perkebunan warga tanpa diketahui awal dan ujungnya.

Dusun Kebakalan ternyata merupakan zona merah rawan longsor.Wajar, di wilayah tersebut terpasang rambu jalur evakuasi bencana di beberapa titik. Alat peringatan dini bencana juga telah terpasang di depan masjid dusun Kebakalan, namun sekarang tidak berfungsi.Namun untuk kerawanan gempa di wilayah itu, sebagian warga ternyata tak mengetahuinya.”Di sini memang zona merah, tapi kan longsor. Kalau gempa kami tidak tahu,” kata Sigit.Sebelum ini, peristiwa gempa terakhir terjadi 3 bulan lalu di wilayah ini. Namun kala itu gempa berkekuatan lebih lemah hingga dampaknya tak begitu terasa. (*)

 

 

Continue Reading

Longsor Lintas Riau-Sumbar di Kuok, Badan Jalan Tertutup Material Tanah dan Batu

20 April 2018
in News
Jalan Lintas Riau-Sumatera Barat di Desa Merangin Kecamatan Kuok tertutup. Longsor terjadi di Kilometer 78, Kamis (19/4/2018) subuh.    Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Longsor Lintas Riau-Sumbar di Kuok, Badan Jalan Tertutup Material Tanah dan Batu, http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/04/19/longsor-lintas-riau-sumbar-di-kuok-badan-jalan-tertutup-material-tanah-dan-batu. Penulis: nando Editor: Sesri

Jalan Lintas Riau-Sumatera Barat di Desa Merangin Kecamatan Kuok tertutup. Longsor terjadi di Kilometer 78, Kamis (19/4/2018) subuh.

Laporan Wartawan TribunPekanbaru.com, Nando

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Jalan Lintas Riau-Sumatera Barat di Desa Merangin Kecamatan Kuok tertutup.Longsor terjadi di Kilometer 78, Kamis (19/4/2018) subuh.Menurut informasi yang beredar dari Kepolisian Resor Kampar, material tanah dan bebatuan menutup badan jalan.Saat ini, sedang dilakukan pembersihan material dari badan jalan.

Ali, seorang warga setempat mengatakan, longsor di lokasi penambangan batu padas.Tebing di sisi jalan runtuh, lalu menutup badan jalan.”Sempat macet panjang tadi subuh,” katanya kepada TribunPekanbaru.comSementara itu, pembersihan material longsor sedang berlangsung.Arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif.Untuk diketahui, lokasi longsor berada sekitar dua kilometer dari Simpang Rantau Berangin, Kuok ke arah Sumatera Barat. (*)‎

 

 

 

Continue Reading

Longsor Melanda Kabupaten Kudus

16 April 2018
in News
Longsor (Ilustrasi)

Longsor (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS — Bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Longsor membuat akses jalan di desa setempat terputus sementara akibat tertutup material longsor.Menurut Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Bergas Catursasi Penanggungan, di Kudus, Selasa, bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Japan merupakan longsor susulan, setelah sebelumnya juga mengalami bencana serupa.

Peristiwa tanah longsor susulan tersebut, kata dia, terjadi Senin (5/2) malam sekitar pukul 18.00 WIB. Akibat bencana longsor yang terjadi, kata dia, material tanah dari tebing setinggi 30 meter tersebut menutupi akses jalan menuju Kota Pati.Panjang jalan yang tertutup material longsor berkisar 12 meter. Untuk sementara, kata dia lagi, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas. Saat ini, lanjut dia, masih dalam proses pembersihan jalan dari material longsor.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 15 keluarga yang rumahnya berada di atas tebing yang mengalami longsor tersebut mengungsi sementara ke tetangga terdekat yang rumahnya aman dari bahaya longsor.Dia mengatakan, sebelum terjadi peristiwa tanah longsor itu, memang sudah ada tanda-tanda akan terjadi, sehingga warga sekitar memang diperingatkan untuk berhati-hati, terutama saat curah hujan tinggi.”Kewaspadaan juga berlaku untuk masyarakat di daerah lain yang berada di kawasan rawan longsor,” ujarnya.Apalagi, kata dia, curah hujan sempat tinggi dan mengakibatkan sejumlah permukiman warga terendam, karena ada tanggul sungai yang jebol serta air sungai melimpas karena tinggi debit air sungai.

Lokasi tanah longsor lainnya, yakni di Desa Menawan, dengan material longsor sudah dibersihkan, serta di Kedungsari yang juga menutup akses jalan, namun saat ini sudah dibersihkan warga.Kepala Desa Japan Sigit Triharso membenarkan bahwa material longsor memang menutup akses jalan menuju Desa Gembong, Kabupaten Pati.Pada Selasa (6/2) siang, katanya, material longsor itu telah dibersihkan bersama tim gabungan karena menjadi akses utama warga sekitar. Sementara warga yang mengungsi, kata dia, masih ada yang bertahan di tempat pengungsian sambil menunggu cuaca tidak lagi hujan, karena lokasinya memang berada di daerah rawan longsor.

Continue Reading

Tanah Longsor Timbun 6 Orang di Jepang

13 April 2018
in News
Tanah longsor di Oita, Jepang, menimbun enam orang (Foto: Kyodo)

Tanah longsor di Oita, Jepang, menimbun enam orang (Foto: Kyodo)

YABAKEI, iNews.id – Tanah longsor menimbun beberapa rumah warga di Kota Yabakei, Prefektur Oita, Rabu (11/4/2018) pagi. Satu orang tewas dan lima lainnya masih hilang tertimbun longsor.
Tahah di tebing bukit longsor menerjang beberapa rumah pada pukul 03.50 waktu setempat.  Menurut polisi, perbukitan yang longsor memiliki lebar 200 meter dan tinggi 100 meter dan ditumbuhi oleh pohon cemara.

Longsor merupakan bencana yang biasa di Jepang. Pemicunya, biasanya gempa bumi atau hujan deras.  Namun musibah kali ini tidak ada gempa dan hujan. Para ahli geologi memprediksi longsor disebabkan air bawah tanah.
Menurut keterangan pengawas meteorologi  setempat, tidak ada hujan dengan intensitas tinggi yakni di 0,5 milimeter atau lebih dalam 24 jam terakhir.

Korban tewas diketahui bernama Yoshinori Iwashita (45). Dia ditemukan di reruntuhan bangunan rumahnya. Sementara itu lima orang yang hilang adalah perempuan dengan usia antara 21 hingga 90 tahun. Para korban berada di lima rumah yang tertimbun longsor.
Tanah longsor ini menimbulkan kekhawatiran warga sekitar. Seorang pria 76 tahun yang tinggal 2 kilometer dari lokasi kejadian mengatakan, tanah di daerahnya menjadi ringkih setelah gempa bumi besar melanda Kumamoto dan Oita pada 2016.

“Saya khawatir karena semua warga adaah kenalan saya,” kata seorang pria 76 tahun yang tinggal sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian, dikutip dari Kyodo.
Sementara itu ahli pergerakan tanah Hiroyuki Ono mengatakan, tanah longsor memang jarang terjadi di Jepang, namun bencana itu bisa terjadi kapan saja meskipun sebelumnya tak ada gempa bumi atau hujan deras.
Daerah yang mengalami longsor itu merupakan tujuan wisata. Setiap tahunnya 800.000 wisatawan berkunjung ke daerah ini. Kota tersebut juga merupakan bagian dari area taman nasional Yabahitahikosan dan berada di lembah Yabakei.

 

Editor : Anton Suhartono

Continue Reading

Bogor Darurat Longsor dan Banjir hingga Mei 2018

12 April 2018
in News
Pencarian korban Longsor/ANTARA

Pencarian korban Longsor/ANTARA

BOGOR, (PR).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih memberlakukan status darurat tanah longsor dan banjir hingga 31 Mei 2018.”Sesuai dengan SK Bupati Bogor, status darurat tanah longsor dan banjir di Kabupaten Bogor sudah dikeluarkan per tanggal 1 Desember 2017 berlaku sampai 31 Mei 2018,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Pranowo kepada Antara di Bogor, Rabu 11 April 2018.

Budi mengatakan dengan status ini masyarakat diimbau untuk tetap siap siaga dalam menghadapi musim peralihan yang berpotensi terjadinya hujan ekstrim yakni hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin.”Bukan hanya waspada saja, tetapi siap siaga. Artinya harus siap menjaga, mulai dari sebelum bencana terjadi, saat terjadi dan setelah terjadi,” katanya sebagaimana dilansir dari Antara.

Bencana alam baru-baru ini terjadi di wilayah Kabupaten Bogor pada 7 April 2018. Sejumlah lokasi dilanda banjir dan longsor seperti banjir bandang di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur. Peristiwa banjir bandang ini mengakibatkan satu orang warga atas nama Ny Mari (68) meninggal dunia dan merusak enam unit rumah beserta warung milik warga.Banjir luapan Sungai Cisarua, anak Sungai Cipamingkis ini juga menyapu sekitar delapan unit sepeda motor dan empat mobil milik pengunjung warung di lokasi kejadian. Peristiwa berikutnya pohon tumbang dan jembatan putus di Kampung Tonjong, Desa Tugu Utara, dan Desa Layang, Kecamatan Cisarua. Longsor berikutnya terjadi di Kampung Baru, Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga mengakibatkan terputusanya jalan desa untuk kendaraan roda empat penghubung antar dua RT.

Pada Minggu 9 April 2018 juga terjadi bencana air bah di Desa Cimanggu 2, Kecamatan Cibungbulang. Tingginya intensitas hujan dari sore menyebabkan drainase dari salah satu perumahan meluap hingga ke Pesantren Kampung Cisaer yang menyebabkan dinding kamar santri jebol.Korban terdampak dari peristiwa air bah ini adalah Pesantren Kampung Cisaer, dinding jebol, bangunan yang jebol dua lantai mengakibatkan delapan ruangan atau kamar santri tidak bisa digunakan. Panjang jebolan dinding delapan meter, dengan tinggi enam meter. Setiap ruangan atau kamar memiliki ukuran panjang dua meter, lebar dua meter dan tinggi tiga meter.”Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Total ada 50 santri yang dipulangkan ke rumahnya masing-masing, dan masih ada 25 orang lainnya menetap di pesantren,” katanya.

Tiga pilar

Masih dikutip dari Antara, berdasarkan data dari BPBD, kejadian bencana di wilayah Kabupaten Bogor selama 2018 dari periode Januari sampai 6 April yakni tanah longsor 77 kejadian, angin kencang 60 kejadian, banjir 17 kejadian.BPBD juga mencatat kejadian kebakaran sebanyak 16 kejadian, lalu gempa bumi yang bersumber dari wilayah lain tetapi dirasakan di wilayah Kabupaten Bogor sebanyak 56 kejadian, dan lain-lainnya sebanyak 259 kejadian.

Jika dibandingkan kejadian bencana tahun 2017 untuk tanah longsor sebanyak 215 kejadian, banjir 47 kejadian, kebakaran 78 kejadian, cuaca ekstrem atau angin kencang 205 kejadian, dan lainnya 39 kejadian. Total ada 593 kejadian bencana.Budi menambahkan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana mengamanatkan penanggulangan bencana tidak hanya penanganan dini pada waktu bencana terjadi tetapi bergeser pada pra bencana, atau mitigasi, untuk mengurangi resiko bencana.”Dalam penanggulangan bencana ini melibatkan tiga pilar yakni pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha, harus siap siaga, tidak hanya waspada,” kata Budi.***

Continue Reading

Galian Longsor Tewaskan Seorang Pekerja

11 April 2018
in News
Tewas tertimbun/ilustrasi

Tewas tertimbun/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,  CIREBON — Dua orang pekerja tertimbun longsor material galian di Desa Gumulung Tonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Selasa (10/4). Dari dua pekerja itu, satu orang tewas. Korban tewas bernama Ahmad Yogi (38), warga desa setempat. Sedangkan rekannya yang juga tertimbun, Sena (45), berhasil selamat meski mengalami luka. Keduanya tertimbun longsor saat sedang beraktivitas di lokasi kejadian.Kepala Seksi Pemerintahan Desa Gemulung Tonggoh, Eeb Sueb menjelaskan, korban tewas dikenal sebagai supir truk pengangkut pasir di lokasi. Yogi dan Sena saat itu diduga sedang mengangkut pasir dari sekitar tebing setinggi kurang lebih 15 meter ke dalam truk.

“Material longsor jatuh mengenai kepala korban,” kata Eeb.Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, E Kusaeri menjelaskan, Kecamatan Greged merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Cirebon yang rawan gerakan tanah ataupun longsor. Sebelum peristiwa itu, longsor juga pernah terjadi di Greged.”Tapi selama ini longsor hanya mengancam rumah-rumah penduduk saja. Baru kali ini ada korban jiwa (Yogi). Itu pun infonya di lokasi bekas galian,” terang Kusaeri.Kusaeri menyebutkan,longsor di Greged sebelumnya mengancam 15 rumah warga. Selain di Greged, longsor juga pernah terjadi di Kecamatan Dukupuntang, dan mengancam sekitar sepuluh rumah warga.

Continue Reading

Tanah Longsor di Jepang, Enam Orang Hilang

11 April 2018
in News
Ilustrasi. (Kyodo/via REUTERS)

Ilustrasi. (Kyodo/via REUTERS)

Jakarta, CNN Indonesia — Sedikitnya enam orang hilang setelah tanah longsor menimbun rumah-rumah mereka di Jepang Selatan, Rabu (11/4).
“Tiga rumah terkubur setelah tanah longsor di wilayah pegunungan Kota Nakatsu, Prefektur Oita,” kata juru bicara polisi seperti dilansir kantor berita AFP.
“Enam orang (yang diyakini berada di dalamnya) belum ditemukan setelah itu,” kata polisi sambil menambahkan bahwa seorang warga di kawasan itu menelepon untuk meminta bantuan.Dilansir NHK,  mereka masih menunggu kedatangan alat-alat berat untuk mempermudah operasi penyelamatan.
Adapun operasi pencarian masih terus berlanjut. Pasukan Bela Diri Angkatan Darat Jepang (Ground Self-Defence Force) diperkirakan akan turut bergabung untuk membantu pencarian korban tanah longsor tersebut.

Continue Reading

Longsor Besar Mengancam Kawasan Puncak

10 April 2018
in News
Jalan ambles/SHOFIRA HANAN/PR Sejumlah petugas memeriksa lokasi ambrolnya jalan di area Puncak Pass, Cipanas, Cianjur, Rabu, 28 Maret 2018. Lokasi ambrolnya jalan, diketahui merupakan area yang sama dengan titik longsor pada Februari lalu.*

Jalan ambles/SHOFIRA HANAN/PR
Sejumlah petugas memeriksa lokasi ambrolnya jalan di area Puncak Pass, Cipanas, Cianjur, Rabu, 28 Maret 2018. Lokasi ambrolnya jalan, diketahui merupakan area yang sama dengan titik longsor pada Februari lalu.*

CIBINONG, (PR).- Bencana longsor besar mengancam kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Pakar Institut Pertanian Bogor mengkhawatirkan hal itu setelah melihat bencana serupa banyak terjadi akhir-akhir ini dalam skala yang lebih kecil.Ahli Geomorfologi IPB Boedi Tjahjono mengatakan, penyebab longsor adalah ketidakseimbangan permukaan tanah.”Alam punya sistem sendiri untuk mencari keseimbangannya. Kenapa sekarang longsor? Berarti dia (alam) mencari keseimbangan baru karena ada yang mengganggu stabilitasnya,” kata Boedi, Senin 9 April 2018.

Boedi menyatakan, dia telah melihat langsung ke lokasi-lokasi longsor di kawasan Puncak beberapa waktu lalu. Bahkan, dia juga telah mewawancarai sejumlah warga dan petani setempat untuk menambah pengamatannya terhadap kerawanan bencana di sana.Pembangunan yang tidak sesuai dengan kondisi dan kerawanan lingkungan dianggap mengganggu stabilitas tanah perbukitan tersebut. Biasanya, tanah yang rawan longsor berada di permukaan lereng yang curam. Namun, Boedi melihat kejadian longsor di Puncak justru dialami tanah yang tidak terjal

Permukaan tanah seperti itu menurutnya banyak digunakan masyarakat untuk ladang atau lahan perkebunan. Boedi menjelaskan, lahan tersebut rawan longsor karena penebangan pohon-pohon besar mengurangi daya serap dan kerekatan tanah.Kerawanan tanah diperburuk pemotongan lereng untuk pembangunan jalan atau infrastruktur lainnya. Dampak tindakan tersebut, menurutnya, akan terasa dalam jangka waktu panjang. Salah satunya ditandai dengan bencana longsor kecil secara terus menerus di kawasan tersebut.”Gabungan dari (longsor) yang kecil-kecil itu akan menjadi besar nantinya,” kata Boedi. Ia beralasan, ditemukan sejumlah rekahan tanah yang menghubungkan satu lokasi longsor dengan lokasi longsor lain di sekitarnya. Namun, ia belum bisa memastikan kerawanannya sebelum melakukan penelitian lebih lanjut pada rekahan tersebut.Potensi longsor besar sebelumnya disampaikan Peneliti Senior di Pusat Pengkajian dan Pengembangan Wilayah (P4W) Institut Pertanian Bogor Ernan Rustiadi.

Kedua pakar tersebut menyarankan upaya pemulihan lingkungan di sana tidak cukup dengan penanaman pohon tapi memerlukan penguatan tanah menggunakan bronjong dan sebagainya.”Kalau dibiarkan, ada potensi luncuran (longsor) yang sangat besar dan bisa jadi banjir bandang,” kata Ernan menegaskan. Menurut pengamatannya, selama Februari 2018 terjadi setidaknya 55 bencana longsor di Kawasan Puncak Kabupaten Bogor saja.

Ernan menganggap bencana banjir bandang yang merusak jalan di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua pekan lalu juga berkaitan dengan perkiraannya. Ia menjelaskan, kerawanannya dari kumpulan titik longsor di sekitar kali Citamiang sebagai indikasi potensi banjir bandang yang membawa material tanah dalam jumlah besar.Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor mencatat, jumlah bencana longsor di seluruh wilayahnya mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Kejadian tersebut sempat turun pada 2015 sebanyak 101 kejadian dari tahun sebelumnya yang tercatat hingga 150 kejadian.Akan tetapi, jumlah longsor kembali meningkat bahkan lebih banyak dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, yakni 180 kali pada 2016. Celakanya, jumlah tersebut terus meningkat pada 2017 hingga 215 kejadian longsor. Pada awal April 2018, bencana longsor terjadi hingga 77 kali.***

Continue Reading

Tanah Longsor di Desa Neglasari, Tutupi Aliran Sungai Cihideung Ilir

9 April 2018
in News
Jalan di Kampung Baru, Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor longsor   Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Tanah Longsor di Desa Neglasari, Tutupi Aliran Sungai Cihideung Ilir, http://wartakota.tribunnews.com/2018/04/08/tanah-longsor-di-desa-neglasari-tutupi-aliran-sungai-cihideung-ilir.  Editor: Adi Kurniawan

Jalan di Kampung Baru, Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor longsor

WARTA KOTA, BOGOR - Hati-hati saat melintasi akses Jalan di Kampung Baru, Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.Pasalnya, akses jalan penghubung antara RT 1 dan 4 RW 6 Kampung Baru amblas akibat longsor pada Sabtu (7/4/2018) kemarin malam.Curah hujan yang cukup tinggi kemarin malam menjadi penyebab longsor dan amblasnya jalan tersebut.Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor, Budi Pranowo mengatakan, kedalaman amblasan longsoran tanah tersebut kurang lebih 25 meter.

Pengendara mobil pun diimbau agar mencari jalur alternatif lain untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan.”Akses jalan desa tersebut terputus, kemudian ada retakan di sepanjang jalan penghubung dua RT itu,” ujar ya saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Minggu (8/4/2018).Dikatakannya bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden lonsor yang terjadi sekira pukul 22.00 WIB itu.”Longsoran tanah itu menutupi sebagian aliran sungai Cihideung Ilir,” terangnya.Saat ini, lanjutnya, pihaknya untuk sementara membuat patok atau tanggul bersama unsur Muspika dan juga warga setempat.”Untuk penganan awal, akan dibuatkan patok penahan longsoran,” pungkasnya. (Mohamad Afkar Sarvika)

 

 

Continue Reading
Page 1 of 4512345...102030...Last »