News

Korban Longsor Toba Samosir Jadi Delapan Orang, Dua Masih Hilang, BNPB: Waspadalah Bencana!

14 December 2018
in News
Korban meninggal akibat tanah longsor yang menimpa empat rumah warga di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis (13/12/2018) bertambah.    Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Korban Longsor Toba Samosir Jadi Delapan Orang, Dua Masih Hilang, BNPB: Waspadalah Bencana!, http://aceh.tribunnews.com/2018/12/13/korban-longsor-toba-samosir-jadi-delapan-orang-dua-masih-hilang-bnpb-waspadalah-bencana?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter. Penulis: Khalidin Editor: Yusmadi

Korban meninggal akibat tanah longsor yang menimpa empat rumah warga di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis (13/12/2018) bertambah.

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Korban meninggal akibat tanah longsor yang menimpa empat rumah warga di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis (13/12/2018) bertambah.Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam akun twitter resminya merilis jumlah korban meninggal dunia mencapai delapan orang.

 Selain korban tewas, sebanyak dua orang belum ditemukan. Dua korban yang selamat meski mengalami luka-luka.Kecuali itu, empat unit rumah korban hancur tertimbun tanah longsor yang terjadi dinihari tadi.Guna mencari keberadaan dua korban hilang, Tim SAR gabungan Toba Samosir mengerahkan dua alat berat di sana.

“Pencarian dilanjutkan bespk pagi,” tulis SutopoBNPB melalui Sutopo mengimbau masyarakat di seluruh wilayah Indonesia untuk tetap waspada atas potensi bencana.”Hujan terus meningkat, masyarakat diimbau untuk tetap waspada longsor,” tambah Sutopo.

Berikut tweet Sutopo yang baru diposting beberapa menit lalu.”8 orang tewas, 2 orang hilang, 2 orang luka-luka & 4 rumah rusak berat akibat tertimbun longsor di Toba Samosir. Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban besok pagi. 5 alat berat dikerahkan untuk mencari korban. Masyarakat dihimbau waspada longsor. Hujan terus meningkat. https://t.co/2o56xchvBnSebelumnya diberitakan, bencana alam berupa tanah longsor menimpa empat rumah warga di desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Kamis (13/12/2018) bertambah.

Menurut Sutopo, longsor terjadi akibat hujan deras mengguyur daerah ini. Peristiwa itu terjadi pukul 02.00 WIB saat para korban tengah tidur terpulas.”Longsor menimbun empat rumah warga, empat meninggal dunia, tujuh belum ditemukan dua selamat,” tulis Sutopo.

“Longsor timbun 4 rumah akibatkan 4 orang tewas, 7 orang belum ditemukan dan 2 orang selamat di Desa Halado Kecamatan Pintu Pohan Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara pada 13/12/2018 pukul 02.00 WIB. Saat kejadian hujan deras. Warga tidur, tiba-tiba longsor. https://t.co/QE6S5kxck. (*)

 

 

 

Continue Reading

Lagi Musibah Tanah Longsor, Kali Ini 5 Unit Rumah Penduduk di Kuala Enok Ambruk

29 November 2018
in News

img-20181126-wa0038

Tanah Merah, detikriau.org – Musibah tanah longsor ambrukan 5 unit rumah penduduk di Jalan AEC RT.002 RW.005 Kel. Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir, minggu (25/11) sekira pukul 23.00 Wib.Menurut keterangan saksi, Umar, sebelum kejadian,saksi sedang asik duduk-duduk diteras depan rumahnya. tiba-tiba ia mendengar suara seperti papan pecah yang berasal dari arah belakang rumah. saksi bergegas mencari tau, namun tidak menemui sumber penyebab suara tersebut.

Saksi kemudian turun ke “pompong” dengan maksud menguras air diperahu bermotor diesel miliknya itu. saat itulah saksi menyaksikan rumah milik Siti Aisyah ambruk dan diikuti rumah berhampiran. saksi seketika berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.“tidak ada korban jiwa namun kerugian materil ditaksir mencapai Rp 200-an juta,” Sampaikan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Sik MH melalui Kasubag Humas AKP Syafri Joni SE, senin (26/11)diterangkan AKP Syafri, musibah tanah longsor ini disebabkan abrasi air sungai. Dugaan ini dilatarbelakangi oleh pemukiman masyarakat yang tertimpa musibah berada dibantaran sungai Kuala Enok yang pada saat musibah terjadi air dalam keadaan surut.

Berikut nama-nama korban musibah tanah longsor di Kuala Enok rilis pihak kepolisian;

1. H. DG. PASAUK, 75 Th, Bugis, Islam, Tani, Jl. AEC RT.002 RW.005 Kel. Kuala Enok Kec. Tanah Merah. (RB)

2. H. MUHAMMAD NUR, 65 Th, Bugis, Islam, Tani, Jl. AEC RT.002 RW.005 Kel. Kuala Enok Kec. Tanah Merah. (RB) yg disewa oleh UMAR, 45 Th, Bugis, Islam, Penambang Pompong, Jl. AEC RT.002 RW.005 Kel. Kuala Enok Kec. Tanah Merah.

3. MARIAM, 70 Th, Jawa, Islam, Dagang, Jl. AEC RT.002 RW.005 Kel. Kuala Enok Kec. Tanah Merah. (RB)

4. H. HAMSAN SANUSI, 54 Th, Bugis, Islam, Swasta, Jl. AEC RT.002 RW.005 Kel. Kuala Enok Kec. Tanah Merah. (RB)

5. H. DG. PASAUK, 75 Th, Bugis, Islam, Tani, Jl. AEC RT.002 RW.005 Kel. Kuala Enok Kec. Tanah Merah. (RB) yg disewa oleh YALI, 40 Th, Bugis, Islam, Tani, Jl. AEC RT.002 RW.005Kel. Kuala Enok Kec. Tanah Merah

Continue Reading

Bencana Longsor Melanda Semendo Darat Laut Muara Enim

15 November 2018
in News

IMG-20181114-WA0047

 

Kejadian Tanah Longsor di Jalan Raya Desa Batu Muara Danau Kecamatan Semendo Darat Laut (SDL) Kabupaten Muara Enim.Menurut keterangan Kapolsek Semendo AKP Feri Firdayanto SH Tanah tersebut longsor dikarenakan akibat hujan deras, Pada hari Selasa 13 Nopember 2018 sekira pukul 03.00 wib, sehingga tanah diatas jalan raya terbawa oleh air dan sehingga jalan raya tertutup oleh tanah.

Untuk saat ini jalan raya belum bisa dilalui oleh kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4, sedangkan panjang jalan raya yang tertimpa tanah longsor lebih kurang 30 M. Jalan longsor tersebut menghubungkan antara Desa Muara Dua dengan Desa Penyandingan Kecamatan Semendo Darat Laut Kabupaten Muara Enim dengan Desa Padang Kadis Kabupaten Lahat.

Adapun Upaya yang dilakukan lanjutnya berkoordinasi dengan pihak Kecamatan SDL/Dinas PU Kabupaten Muara Enim (alat berat masih dalam perjalanan menuju lokasi tanah longsor), Ikut serta dalam upaya pembersihan tanah diatas jalan raya, agar arus lalu lintas lancar dan bisa normal kembali. Serta mengarahkan kendaraan yang akan melewati lokasi tersebut, agar menggunakan jalan lingkar/alternatif yang menghubungkan Desa Muara Danau dgn Desa Muara Dua Kecamatan SDL Kabupaten Muara Enim. JelasnyaUntuk Jumlah Personel yang di libatkan 6 (Enam) orang anggota Polsek Semendo yang langsung dipimpin oleh Kapolsek Semendo dan dibantu masyarakat Desa Muara Danau serta masyarakat sekitar wilayah tanah longsor. Pungkasnya Rabu 14/11/2018

Continue Reading

Longsor, Jalan Raya Karangsambung Tertimbun Tanah

13 November 2018
in News
LONGSOR: TNI bersama warga saat membersihkan material longsoran.Saefur Rohman / Kebumen Ekspres  Sumber: https://radarbanyumas.co.id/longsor-jalan-raya-karangsambung-tertimbun-tanah/ Copyright © Radarbanyumas.co.id

LONGSOR: TNI bersama warga saat membersihkan material longsoran.Saefur Rohman / Kebumen Ekspres

Kebumen – Hujan deras mengguyur wilayah Kebumen bagian utara sejak Senin (12/11) sore, membuat tebing Selorondo longsor hingga menutupi jalan raya Mertokondo – Karangsambung. Informasi yang dihimpun, Tebing Selorondo yang berada di Desa Kaligending Kecamatan Karangsambung ini longsor sekitar pukul 18.00 WIB. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Drs Muhyidin, melalui Bako Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto membenarkan kejadian tersebut pihaknya telah menugaskan sejumlah relawan untuk asesment di lokasi kejadian.

“Benar mas longsor tadi sore, kami sudah luncurkan relawan untuk mengevakuasi material longsoran agar jalan bisa dilalui,” katanya. Material longsor berupa tanah liat, batu, dan sejumlah pepohonan berhasil disingkirkan oleh warga, relawan dan sejumlah anggota Koramil Karangsambung. “Jalan sudah bisa dilalui, namun kami himbau kepada masyarakat untuk hati- hati karna jalan berlumpur dan licin,” ungkap Heri. Selain itu Heri Purwoto menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Kebumen, saat ini telah memasuki musim penghujan untuk meningkatkan kepaspadaan terjadinya bencana longsor, banjir dan angin puting beliung. “Warga harus waspada terlebih yang berada di lokasi rawan bencana, seperti rumahnya berlokasi dekat dengan tebing dan daratan rendah yang rawan banjir,” ujarnya. ( fur )

Continue Reading

Dinding Rumah Jebol Tertimpa Longsor

12 November 2018
in News
Warga bersama aparat keamanan saat membantu membersihkan longsoran tanah yang menimpa rumah. ISTIMEWA  Sumber: https://radarbanyumas.co.id/dinding-rumah-jebol-tertimpa-longsor/ Copyright © Radarbanyumas.co.id

Warga bersama aparat keamanan saat membantu membersihkan longsoran tanah yang menimpa rumah. ISTIMEWA

TAMBAK – Bencana tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Banyumas. Kali ini terjadi di di Desa Watuagung Kecamatan Tambak, Sabtu (10/11). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 itu, menimpa dua rumah warga yakni Ponirin dan Muhajirin. Bahkan salah satu dinding rumah jebol akibat longsoran tersebut. Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK melalui Kapolsek Tambak AKP Embar Yuliono SH menjelaskan, tebing yang berada di area rumah Ponirin dan Muhajirin labil setelah beberapa hari diguyur hujan. Lantaran dinding rumah terbuat dari anyaman bambu, sehingga tidak dapat menahan beban material tanah longsor.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta. Setelah mendapatkan laporan, Polsek Tambak langsung menuju lokasi,” jelas AKP Embar Yuliono SH, Minggu (11/11) Hingga Minggu, sejumlah warga dan anggota Polsek Tambak masih membantu membersihkan material longsor di rumah korban. Pembersihan hanya menggunakan peralatan sederhana. Seperti cangkul dan karung plastik serta alat bantu pemindah barang. Terpisah, Camat Tambak Dwi Irawan Sukma menyatakan, Desa Watuagung merupakan satu-satunya desa di Kecamatan Tambak yang rawan longsor saat penghujan. Selain itu, Desa Watuagung juga rawan terhadap tanah bergerak.

“Struktur tanah berpasir di area perbukitan di Desa Watuagung menjadikan kondisi labil. Sehingga penanggulangan longsor sulit dilakukan. Oleh karena itu, saat musim penghujan warga diimbau untuk selalu waspada,” imbaunya. Sementara itu di Kecamatan Gumelar seluruh desa terancam bencana tanah longsor. Hal itu diutarakan Camat Gumelar, Roni Hidayat kepada Radarmas, kemarin. “Sebanyak 10 desa di Kecamatan Gumelar ini semuanya rawan longsor,” tandasnya. Menurutnya, rawannya bencana longsor di Gumelar dikarenakan letak geografis Gumelar berada di perbukitan dan tanah yang labil. Untuk mengantisipasi hal tersbeut, pihaknya meminta setiap kepala desa (Kades) untuk memanfaatkan Dana Desa (DD) sebaik mungkin. “Dana desa sudah dialokasikan untuk antisipasi yang skalanya kecil sampai menengah. Tapi apabila membutuhkan dana besar kami usulkan ke BPBD kabupaten dan koordinasi ini selalu dilaksanakan menghadapi musim hujan sekarang ini,” katanya.

Pantauan Radarmas, di Grumbul Tojong warga mulai membangun talud di lereng sekitar 20 meter. Sementara di bawah lereng tersebut terlihat pemukiman penduduk yang cukup padat. “Pembangunan infrastruktur talud langsung dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas dengan anggaran sekitar Rp 240 juta. Sebelumnya sudah ada dua talud jadi totalnya nantinya ada tiga talud,” ucap Kepala Desa Paningkaban, Sukarmo. Menurutnya, desa yang memiliki 12 grumbul ini semuanya berpotensi longsor. “Semua grumbul di sini berpotensi longsor karena letaknya berada di lereng-lereng bukit,” katanya. Dia melanjutkan, selain talud di grumbul-grumbul lainnya juga sudah dibuatkan bronjong. Bronjong tersebut berada di delapan titik. “Untuk bronjong merupakan kerjasama dengan BPBD dengan biaya sekitar Rp 200 juta,” jelasnya. Tak hanya talud dan bronjong, guna mengantisipasi longsor, pihaknya juga meminta warga untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar. Selain itu, Babinsa juga disiapkan untuk memantau keadaan desa. “Yang jelas kami siap mengantisipasi jika terjadi bencana. Tapi kami optimis di semua grumbul sudah aman,” tuturnya. (fij/ali/why)

Continue Reading

Tanah Longsor di Bukit Cengkeh Depok Hancurkan Warung

12 November 2018
in News

IMG-20181111-WA0085

DepokNews–Tanah longsor terjadi di wilayah Depok, kali ini melanda Jalan Benda, Keramat Perumahan Bukit Cengkeh Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis pada Minggu (11/11) sore.Pantauan di lapangan insiden tanah longsor terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ketika air Sungai Kali Jantung meluap akibat hujan deras.Air banjir tersebut menggerus tanah tempat berdirinya sebuah warung kopi dan pos warga didalamnya terdapat empat orang warga yang sedang main catur.Alhasil, warung dan pos warga tersebut amblas ke bawah empat orang yang berada didalamnya sempat terbawa material longsor.

“Warung kopinya ambruk, kebawah kebetulan dibelakang dua bangunan itu kolam renang Tirta Sunden,” ucap Ketua RW 1, Slamet Riyadi kepada wartawan di lokasi Kejadian.Slamet menuturkan, beruntung empat orang warga yang terbawa longsor selamat namun mengalami luka – luka ringan.“Alhamdulilah, korban selamat dan berhasil dievakuasi juga sudah diberikan penanganan medis,” tuturnya.Sementara itu Eki, salah satu korban yang mengalami luka di bagian kaki dan dada mengatakan kejadian longsor tersebut terjadi begitu cepat.

“Saya memang lagi main catur pak, sama teman – teman eh tiba – tiba bruk langsung ambruk kebawah seperti gempa rasanya,” katanya.Selanjutnya, Darman pemilik warung hanya bisa meratapi nasib saat tempat usahanya hancur terbawa material longsoran.“Tadi sempet denger bunyi seperti kegesr, saya melangkah keluar tiba – tiba amblas warung saya kebawa longsor,” tandasnya.Sementara itu, Rudi Warga Perumahan Bukit Cengkeh yang sempat mengetahui kejadian longsor itu mengatakan, insiden tersebut terjadi ketika ada pengerjaan proyek saluran air yang tepat berada di belakang bangunan uang ambruk tersebut.

“Jadi, air banjir yang meluap itu ga ketampung drainasenya lagi pengerjaan, untung anak – anak yang biasa berenang di kolam renang saat hujan sudah naik semua keatas. Coba kalau masih ada yang berenang tentu akan banyak korban jiwa,” katanya.Hingga pukul 18.52 WIB, proses penanganan longsor masih berlangsung terlihat beberapa petugas seperti Tagana, PMI, Pemadam Kebakaran Dan Satgas Banjir masih berada di lokasi kejadian.Dan anggota Koramil 03 Sukmajaya melakukan pemantauan di lokasi tanah longsor tersebut.

Continue Reading

Akibat Tanah Bergerak dan Longsor, 48 Rumah di Sindangkerta Retak-retak

9 November 2018
in News
Kepala Desa Puncaksari Abdul Rosyid meninjau retakan lantai rumah warga di Kampung Cihantap, RT 2 RW 7, Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 7 November 2018.

Kepala Desa Puncaksari Abdul Rosyid meninjau retakan lantai rumah warga di Kampung Cihantap, RT 2 RW 7, Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 7 November 2018.

Mediatataruang.com – Sebanyak 48 rumah rusak karena bencana tanah bergerak di Desa Puncaksari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Beberapa di antara rumah tersebut bahkan nyaris ambruk dan terancam longsor. Pasalnya, retakan tanah sepanjang 50 meter itu berada tak jauh dari rumah warga.Kondisi ini disinyalir akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Tak hanya rumah warga yang rusak, sawah dan kebun mereka bahkan ada yang sudah tertimbun longsor

Kepala Desa Puncaksari, Abdul Rosyd mengatakan, kerusakan rumah warga ini terjadi sejak beberapa hari terakhir. “Dinding tembok rumah banyak yang retak-retak. Bahkan lantai dan pondasipun bergeser,” ucap Rosyd saat ditemui Jumat (9/11/2018).Meski rumah sudah tidak layak huni, warga masih menempati rumahnya dengan alasan tidak memiliki tempat tingal yang lain. Untuk menghindari jatuhnya korban, pihak desa pun telah mengibau warga untuk mengungsi jika hujan turun.

“Jika hujan turun, kondisinya akan lebih berbahaya. Kami sudah meminta warga untuk mengungsi, tapi banyak yang belum mau pindah. Tidak mau meninggalkan barang-barang miliknya,” ucap Rosyd.Jika hujan kembali turun, diperkirakan kondisi sebagian rumah dapat membahayakan warga. Rosyd berharap, pemerintah daerah setempat segera mendatangkan bantuan ke wilayahnya.

Tetapkan Siaga Banjir dan Longsor

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat menetapkan status siaga banjir, banjir bandang dan longsor. Kebijakan tersebut berlaku sejak 1 November hingga 31 Mei 2019 mendatang.Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kab Bandung Barat, Dicky Maulana mengatakan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Geofisika dan Klimatologi (BMKG) hujan di bulan November baru mulai berjalan dan diperkirakan akan berlangsung hingga Mei 2019. “Puncak hujan akan terjadi pada Januari hingga April. Makanya kita tetapkan siaga banjir, longsor dan banjir bandang sejak 1 November sampai 31 Mei 2019,” ujarnya, Jumat (9/11).

Ia menambahkan, sejak 27 Oktober kemarin sudah terdapat 18 kejadian bencana dengan jenis bervariasi. Seperti tanah longsor, sekolah ambruk. Oleh karena itu pihaknya mengoptimalkan personel dan peralatan yang ada. “Tidak hanya di BPBD saja, kita juga berkoordinasi dengan yang lain seperti PU, Dinkes dan Dinas Sosial,” ungkapnya.Dia mengatakan kemarin sebanyak 48 rumah bagian tembok dan lantainya mengalami retak-retak akibat pergerakan tanah di Sindangkerta. Meski mengalami kerusakan namun para pemilik rumah masih tinggal di kediamannya masing-masing. “Saat hujan tanggal 1 November itu dapat laporan ada pergerakan tanah, 40 rumah yang terdampak retak-retak. Kemudian, kemarin hujan deras lagi, terjadi penambahan retak retak menjadi 48 rumah,” ujarnya.

Continue Reading

Puluhan Rumah di Bogor Rusak akibat Pergeseran Tanah dan Longsor

2 November 2018
in News
Salah satu lahan di Bogor yang mengalami pergeseran tanah.Foto/SINDOnews/Haryudi

Salah satu lahan di Bogor yang mengalami pergeseran tanah.Foto/SINDOnews/Haryudi

BOGOR – Sebanyak 28 rumah di Kota dan Kabupaten Bogor rusak akibat pergerakan tanah dan longsor.  Hujan lebat yang mengguyur wilayah Bogor, sejak siang hingga Senin, 22 Oktober 2018 kemarin sore ini lah yang membuat terjadinya pergerakan tanah dan longsor.
Di Kabupaten Bogor, tepatnya di Kampung Cimangurang, Desa Cijayanti, dilaporkan sebanyak 25 rumah rusak berat dan ringan akibat pergeseran tanah. Ketua Tagana Kabupaten Bogor, M Taufik mengatakan, berdasarkan data sementara, sebanyak 22 rumah dan 1 masjid Nurul Falah mengalami kerusakan berupa retak-retak temboknya.

“Kalau data dari kami, hujan deras yang mengguyur kemarin membuat 22 rumah dan satu tempat ibadah retak-retak. Selebihnya saat ini kita sedang melakukan pendataan,”  kata Taufik pada Selasa (23/10/2018).
Sementara itu, Kapolsek Babakanmadang, Kompol Wawan Wahyudin mengatakan, pergerakan tanah dan longsor terjadi dua kali pada pukul 07.00 WIB dan 19.00 WIB. Rumah yang rusak itu ada di tiga RT yakni 03, 04, dan 07, RW 02.

“Kita masih melakukan pendataan untuk kerusakan bangunan secara keseluruhan belum tahu. Tapi data dari kecamatan sebanyak 25 rumah dan masjid satu unit,” ujar Wawan.
Terpisah, Camat Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Yudi Santosa menambahkan, pergeseran tanah terjadi dua kali pertama, pada pukul 07.00 WIB, sebelum hujan turun yang kedua kembali terjadi pada pukul 19.00 WIB, dengan rekahan tanah kurang lebih sekitar 30 centimeter.”Tadi kita sudah mengecek lagi, ternyata  benar telah terjadi pergeseran tanah, beberapa kali. Terakhir pada pukul 21.00 WIB, rekahannya menjadi satu meter,” jelasnya.

Menurutnya, sebanyak 25 rumah retak akibat pergeseran tanah itu jika tak segera dievakuasi atau ditangani sebagaimana mestinya bisa mengancam nyawa para penghuninya. “Jadi sampai saat ini yang terancam longsor dan sudah retak-retak akibat pergerakan tanah ada 25 rumah di Kampung Cimangurang RW 02 yaitu di RT 03, 04 dan 07 Desa Cijayanti. Penyebabnya karena tiga hari terakhir hujan, tapi Alhamdulillah tak ada korban,” ungkapnya.

Pihaknya, menduga penyebab dari pergeseran tanah itu karena hujan selama tiga hari terakhir ini cukup deras. Meski tak ada korban jiwa, namun kerugian akibat kejadian ini  ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada jika hujan kembali turun.
Di tempat terpisah, longsor dan banjir juga menerjang Kota Bogor, tepatnya di Kampung Huni Bangkok, RT 03/14,  Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat. Menurut Ketua RT 03, Ahmad Rosmana mengatakan, musibah ini sebelumnya sudah tiga kali terjadi di kawasan ini. Namun peristiwa keempat ini yang paling parah dari kejadian sebelumnya.”Yang terdampak longsor ada tiga rumah. Sedangkan yang terkena lintasan banjir akibat meluapnya Kali Cibereum semalam ada 25 kepala keluarga,” ujarnya.

Dia menuturkan, banjir melanda 28 rumah yang dihuni kepala keluarga itu setinggi 50-80 centimeter. “Nah banjir itulah yang menyebabkan longsor hingga merusak tiga rumah,” jelasnya.
Rosmana menuturkan, akibat kejadian tersebut aliran selokan yang mengalir ke aliran Kali Cikamuning, Sungai Ciliwung pun terdendat.”Karena tersendat terus meluap masuk ke rumah warga, sekarang warga sama BPBD lagi evakuasi bekas longsoran karena kasihan juga ini warga,” ucapnya.

(whb)
Continue Reading

Sembilan Rumah di Sukanagara Resort Rusak Akibat Tanah Longsor

31 October 2018
in News

WhatsApp-Image-2018-10-29-at-17.20.50

” Tak lama setelah hujan berhenti tiba tiba terdengar suara bergemuruh dan beberapa rumah di perumahan itu ambruk,”kata Asep salah seorang warga Kampung Buminagara yang berdekatan dengan Perumahan Sukanagara Resort, Senin (29/10/18).Menurut Asep, selama ini perumahaan dibangun sejak lima tahun lalu itu, sebagian besar dalam keadaan kosong tanpa penghuni. Sehingga ketika kejadian longsor tak menimbulkan adanya korban jiwa.

“Kalau tidak salah disana itu sudah ada sekitar 70 rumah, yang sudah dihuni hanya beberapa rumah saja. Untungnya yang rubuh karena longsor itu rumah kosong. toh perumahan itu dibangun diatas bukit yang curam, gembur dan enggak ada pohonnya,”ujarnya.Salah seorang tokoh masyarakat Kampung Buniagung Desa Sukanagara, Wawan Maryana mengatakan, kejadian longsor di perumahan Bukit Sukanagara Resort sudah bisa diduga. Karena memang perumahan tersebut dibangun diketinggian bukit.

Bahkan jelas Wawan, rumah rumah disana dibangun diatas lahan dengan kemiringan lebih dari 30 derajat. Tak hanya itu saja, untuk pembangunan kawasan perumahan itu, pihak pengembang meratakan lahan diperbukitan itu dengan alat berat. Pepohonan tegakan yang berfungsi sebagai resapan dan penahan erosi dibabat habis oleh pengembang.“Bayangkan saja, pondasi bangunan didirikan diatas tanah urugan tidak sampai ke tanah keras yang ada dibawahnya. Pepohonan disana juga habis ditebang dan lahan diurug diratakan. Nah saat hujan tiba wajar saja kalau longsor,”kata Wawan.

Wawan menuturkan sejak awal pembangunan perumahan tersebut, ia dan warga di Kampung Buniagung yang bersentuhan langsung dengan kawasan perumahan tidak pernah mengizinkannya. Karena memang lokasinya berada diatas bukit yang selama ini juga oleh warga sekitar sangat dijaga sebagai daerah resapan air dengan tetap menjaga kelestarian alamnya, yakni dengan membiarkan pepohona tanaman keras di bukit tersebut.

“Dari dulu juga kami warga disini tidak berani mendirikan bangunan sembarangan dikawaasan bukit itu. Karena memang curam dan gembur rawan longsor. Kami selalu menjaganya sebagai kawasan resapan air dengan tegakan pohon diatasnya,”ujarnya.

Wawan melanjutkan, sepengetahuannya, Izin Pemanfaatan Tanah (IPT) perumahan tersebut seluas 50 hektar. Dan lahan yang telah dipergunakan oleh pengembang seluas 27 hektar. Saat ini dikawasan yang terus diratakan dengan alat berat itu, telah berdiri sekitar 70 an rumah. Sebagian besar memang masih belum dihuni oleh para pemiliknya.“Dari awal kami warga RT 01 RW 07 yang terdiri dari 17 KK tidak pernah memberikan izin kepada mereka. Kalau lihat dari IPT nya sampai rumah saya dan milik warga lainnya juga masuk wilayah pengembangan perumahan mereka,” katanya. (BR.01)

Continue Reading

Diguyur Hujan, Jembatan Grumbul Watu Kurung Longsor

29 October 2018
in News

Sebagian-tanah-di-Jembatan-Watu-Kurung

Sebagian tanah di Jembatan Watu Kurung, Karangtengah, Cilongok yang mengalami bencana longsor. ALI IBRAHIM/RADARMAS CILONGOK-Jembatan di Grumbul Watu Kurung, Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok longsor sebagian. Hal ini membuat kekhawatiran warga yang berada di RT 02 RW 07. Pasalnya jembatan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi warga Desa Karangtengah menuju Desa Sambirata dan Desa Gununglurah.

“Jembatan tersebut longsor pada Jumat (26/10) lalu sekitar pukul 16.00 kan hujan, tiba-tiba longsor,” jelas salah satu warga Cikem (65) Menurutnya longsornya jembatan tersebut karena hujan deras yang sempat mengguyur pada sore haronya. Longsornya jembatan ini membuat khawatir warga setempat. Warga khawatir juga hujan deraas kembali mengguyur dapat membuat jembatan longsor seluruhnya.
“Ini jembatan sudah lama sekali, paling perawatan-perawatan saja dan pengaspalan. Ya meskipun longsornya belum parah, tapi kami warga disini khawatir kalau hujan besar malah ambruk,” jelas Warga lainnya Karsito (35) sembari mengatakan jembatan ini dibangun sejak tahun 70an. Dari pantauan sebagian tanah pondasi jembatan longsor selebar tiga meter dan tinggi sekitar lima meter. Sebagian jembatan juga diberi tanda dengan menggunakan bambu agar kendaraan yang melintas mengetahu ada bagian jembatan yang longsor. (ali)

Continue Reading
Page 1 of 5512345...102030...Last »