News

Solok Diterjang Banjir Bandang dan Longsor, Puluhan Rumah Terendam dan Satu Warga Hilang

11 December 2017
in News
Dua kecamatan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, diterjang banjir bandang dan tanah longsor. Akibat bencana tersebut puluhan rumah terendam banjir dan satu orang dinyatakan hilang.Okezone/Rus Akbar

Dua kecamatan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, diterjang banjir bandang dan tanah longsor. Akibat bencana tersebut puluhan rumah terendam banjir dan satu orang dinyatakan hilang.Okezone/Rus Akbar

SOLOK – Dua kecamatan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, diterjang banjir bandang dan tanah longsor. Akibat bencana tersebut puluhan rumah terendam banjir dan satu orang dinyatakan hilang. Dua warga lainnya mengalami luka-luka dan beberapa fasilitas umum rusak.
Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, banjir bandang menghantam daerah Nagari Guguak Sarai, Pianggu, dan Guguak Manyambah di Kecamatan IX Koto Sungailasi. Sedangkan sejumlah daerah di Kecamatan X Koto Diatas, yaitu Sibarambang dan Katialo diterjang banjir bandang dipenuhi lumpur, batu-batuan, serta gelondongan.

Berdasarkan data sementara dari BPBD akibat banjir bandang di Kecamatan IX Sungailasi sebanyak 25 unit rumah terendam banjir dan warga diungsikan ke SD 06 Guguak Sarai. Sedangkan di Kecamatan X Koto Diatas dua jembatan putus, satu kepala keluarga mengungsi karena kondisinya rumah tersebut terkena longsor. Satu rumah kena longsor sehingga satu orang hilang diduga tertimbun, serta dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Data dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Solok, warga yang hilang diduga tertimbun longsor bernama Ocan (48) perempuan warga Jorong Pakaroan, Nagari Sibarambang Kecamatan  X Koto Diatas. “Kejadian ini terjadi pada Sabtu 10 Desember 2017 pukul 23.00 WIB saat hujan deras,” kata Camat X Koto Diatas, Teta Midra, Minggu (10/12/2017).

Sedangkan yang mengalami luka-luka bernama Naini (55). Korban mengalami luka di wajah akibat tertimpa bebatuan dan kayu yang dibawa arus longsoran tebing bukit. Korban lainnya bernama Bakhtiar mengalami patah tulang bagian tangan sebelah kanan. “Korban yang selamat sudah dilarikan ke Rumah Sakit,” kata Teta.
Sampai malam ini tim BPBD Solok, masyarakat, relawan, TNI dan polisi serta Basarnas Padang masih melakukan pencarian korban. Sebagian personel membantu masyarakat membersihkan rumah warga yang terkena banjir bandang.

(wib)
Continue Reading

Jalur Garut Ambles, Penumpang Kereta Jalur Selatan Diangkut Bus

8 December 2017
in News
Puluhan penumpang KA Malabar dan KA Mutiara Selatan dialihkan ke bus lantaran amblesnya jalur KA di Garut. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Puluhan penumpang KA Malabar dan KA Mutiara Selatan dialihkan ke bus lantaran amblesnya jalur KA di Garut. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Purwokerto - Puluhan penumpang dua kereta api yang melintas di jalur selatan terpaksa diangkut menggunakan bus lantaran kembali terjadinya ambles di titik antara Warung Bandrek-Bumiwaluya, Garut, Jawa Barat, tepatnya di kilometer KM 227+4/5.Jalur ambles kali pertama diketahui petugas pada pukul 00.50 WIB. Jalur dinyatakan tidak aman dilalui kereta api.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, akibat rintangan jalan tersebut, pihaknya melakukan oper staven penumpang dua kereta api, yakni KA 111 Mutiara Selatan jurusan Malang-Bandung dan KA 91 Api Malabar relasi Malang-Bandung.

Dia merinci, penumpang KA Malabar berjumlah 31 orang, di antaranya lima penumpang tujuan Banjar, dua orang tujuan Cipendeuy, dan 24 tujuan Tasikmalaya.Adapun penumpang KA Mutiara Selatan berjumlah 36 orang, yakni 12 orang tujuan Banjar, dua orang tujuan Ciamis, lima penumpang tujuan Maos 3, dan tujuan Tasikmalaya berjumlah 14 penumpang.

Selain itu, akibat jalur kereta ambles, PT KAI mengubah pola operasi dengan cara memutar rute perjalanan melalui lintas utara, yaitu Purwokerto-Cirebon-Cikampek dan sebaliknya. Dari arah timur, Kereta Malabar dan Mutiara Selatan dialihkan ke jalur utara.”Yang tadinya ke Banjar-Tasikmalaya-Bandung diputar dari Kroya-Purwokerto-Cirebon dan Cikampek,” ujarnya, saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (7/12/2017).

Jalur ambles di Garut, Jawa Barat tak bisa dilewati kereta dari Kamis dinihari hingga Kamis pagi. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo/KAI Daop 5)

Jalur ambles di Garut, Jawa Barat tak bisa dilewati kereta dari Kamis dinihari hingga Kamis pagi. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo/KAI Daop 5)

Ixfan mengklaim, pagi tadi sekitar pukul 07.50 WIB, jalur yang ambles sudah bisa dilewati. Namun, kecepatan kereta di sepanjang jalur delapan titik ambles dibatasi hanya 5 kilometer per jam. Menurut dia, hal ini menyebabkan keterlambatan kereta, meski tak terlalu signifikan.”Potensi keterlambatan ada, karena yang tadinya bisa dengan kecepatan maksimal sekarang di titik di situ (ambles) dibatasi,” dia menjelaskan.

PT KAI hingga saat ini masih menangani amblesan dan diperkirakan selesai 1×24 jam, terhitung sejak awal diketahui. Diperkirakan Kamis tengah malam nanti, perjalanan kereta jalur selatan sudah normal kembali.Ia juga menjamin, PT KAI akan mengembalikan biaya pembelian tiket bagi penumpang yang membatalkan perjalanan.

Dua pekan sebelum ini, Selasa, 23 November 2017 lalu, ratusan penumpang lima kereta api yang melintas di jalur selatan juga terpaksa diangkut menggunakan bus lantaran terjadinya longsor dan amblesan di delapan titik antara Cipendeuy-Bumiwaluya, di kilometer 233+0/8.Akibat longsornya jalan tersebut, KAI juga melakukan oper staven, yakni mengangkut penumpang KA jalur selatan menggunakan bus untuk beberapa wilayah tujuan, meliputi Kroya, Sidareja, Banjar,Tasikmalaya, Garut, hingga Bandung.

Penumpang yang diangkut bus antara lain, KA Turangga berjumlah 16 orang, KA Malabar 76 orang, KA Serayu 314 orang, KA Kahuripan berjumlah 100 orang, KA Lodaya 64 orang, dan KA Mutiara selatan 45 orang. Mereka dialihkan ke bus dari Stasiun Purwokerto.Selain itu, PT KAI merubah pola operasi, yakni dengan cara memutar rute perjalanan, melalui lintas utara, yaitu Bandung-Cikampek-Cirebon-Purwokerto-Kroya.Longsor ditangani dalam waktu 24 jam, tetapi menghambat perjalanan kereta api hingga dua hari. Pasalnya, delapan titik longsoran itu perlu dibersihkan menyeluruh lantaran berpotensi kembali longsor.

PT KAI Daop 5 mempersiapkan Alat Merial untuk Siaga (AMUS) dan Personil tambahan untuk mengantisipasi gangguan perjalanan kereta akibat bencana alam (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo/Daop 5 PWT)

PT KAI Daop 5 mempersiapkan Alat Merial untuk Siaga (AMUS) dan Personil tambahan untuk mengantisipasi gangguan perjalanan kereta akibat bencana alam (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo/Daop 5 PWT)

Ixfan mengemukakan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 5 Purwokerto juga menyiagakan alat material untuk siaga (Amus) dan petugas tambahan untuk mengantisipasi gangguan perjalanan kereta akibat bencana alam.Penambahan petugas ini juga dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur kereta pada masa angkutan natal dan libur tahun baru (Nataru) 2017/2018. Pasalnya, bersamaan dengan masa Nataru 2017/2018 ini, wilayah Daop 5 Purwokerto mengalami puncak musim penghujan. Akibatnya, potensi gangguan jalur yang disebabkan bencana alam meningkat.

Bencana alam yang berpotensi terjadi adalah banjir, longsor, dan jalur rel atau jembatan gogos. Titik yang berpotensi banjir antara lain di Bumiayu, Brebes dan Tambak, dan Banyumas.Adapun titik rawan longsor membentang mulai dari Stasiun Ngijo, Kebasen, hingga Kebumen. Di wilayah itu, jalur rel kereta berada di lereng perbukitan yang berpotensi longsor jika dipicu hujan deras

Continue Reading

Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah di Jambi

7 December 2017
in News
Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor di jalur Kota Sungaipenuh-Tapan, Provinsi Jambi. (Foto: Istimewa/B Santoso)

Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor di jalur Kota Sungaipenuh-Tapan, Provinsi Jambi. (Foto: Istimewa/B Santoso)

Liputan6.com, Jambi - Tingginya curah hujan di Provinsi Jambi, mulai menimbulkan bencana. Terkini, ada beberapa daerah dilanda banjir dan tanah longsor. Seperti di Kabupaten Sarolangun, Tebo, dan Kota Sungaipenuh.Iwan, salah seorang sopir travel jurusan Kota Jambi-Kota Sungaipenuh mengatakan, longsor terjadi di jalur Kota Sungaipenuh menuju daerah Tapan. Tepatnya di kilometer 35 dan 37.”Sampai Senin siang tadi, jalur masih tertimbun longsor. Lalu lintas lumpuh, dan kabarnya ada satu mobil terjebak longsor juga,” ujar Iwan saat dihubungi, Senin malam, 27 November 2017 Menurut Iwan, jalur Kota Sungaipenuh menuju Tapan memang rawan akan longsor.

Sebab jalur tersebut diselingi tebing yang cukup tinggi. Apabila masuk musim penghujan maka bisa memicu longsor.Longsor tersebut juga dibenarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sungaipenuh, Paunal Akhyar. Untuk mengatasi longsor tersebut, pihaknya sudah menurunkan sejumlah alat berat ke lokasi dengan dibantu petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC).”Daerahnya memang rawan akan longsor karena kondisi tanah yang labil,” ujar Paunal.Ia pun mengimbau agar warga berhati-hati saat melintasi jalur Kota Sungaipenuh menuju Tapan. Jalur berstatus jalan nasional dikenal sebagai langganan longsor saat musim hujan tiba.

 

Continue Reading

Markas Polisi di Solok Ambrol Disapu Longsor

6 December 2017
in News
Bencana Longsor Yang Menimpa polres Arosuka Kabupaten Solok  Sumatera Barat, Senin (14/12/2017 )

Bencana Longsor Yang Menimpa polres Arosuka Kabupaten Solok Sumatera Barat, Senin (14/12/2017 )

 

 

 

 

 

 

VIVA – Dua bangunan milik Polres Arosuka Kabupaten Solok Sumatera Barat ambrol diterjang bencana longsor, Senin 4 Desember 2017.Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun bersama kejadian itu jalan sepanjang 40 meter ikut ambles terdampak longsor Tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Tengku Reynol menyebutkan bencana itu ditengarai oleh tingginya curah hujan di kawasan itu.”Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mendata kerusakan termasuk kerugian yang timbul akibat peristiwa ini,” kata Reynol.

 

Tabel sejumlah bencana alam yang menimpa wilayah Indonesia selama 2017

Mapolres Arosuka diketahui, memang berada di lereng bukit. Kawasan ini memang kerap terjadi pergerakan tanah akibat lemahnya kontur tanah ketika musim penghujan tiba.Sejak beberapa waktu ini, sejumlah kejadian bencana alam menimpa sejumlah wilayah Indonesia. Laporan dari BNPB, sepanjang 2017, untuk bencana banjir terjadi sebanyak 645 kejadian, lalu puting beliung 553 kejadian, tanah longsor 506, kebakaran hutan, dan lahan 96 kejadian.Selanjutnya, banjir dan tanah longsor 61 kali, kekeringan 19 kejadian, gempa bumi 16 kali, dan gelombang pasang atau abrasi tujuh kali

Continue Reading

Tanah Longsor di Kulon Progo Timpa Rumah Warga

5 December 2017
in News
Tanah longsor menimpa rumah penduduk, ilustrasi

Tanah longsor menimpa rumah penduduk, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO — Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sejak beberapa hari terakhir, menyebabkan tanah longsor yang menimpa rumah milik Barjo Hadi Subardjo warga Karangsari, Pengasih.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Kulon Progo Suradi di Kulon Progo, Sabtu (25/11), mengatakan tanah longsor mengakibatkan dinding rumah Barjo Hadi Subarjo jebol dan satu orang meninggal atas nama Bernadinus Setyo Tri Priyanto (32). “Longsoran tanah mengenai dua kamar yang sedang ditempati untuk tidur. Volume longsoran setinggi delapan meter, lebar enam meter dan tebal longsoran dua meter,” kata Suradi.

Ia mengatakan kejian tanah berlangsung sekitar 01.30 WIB dini hari. Keluarga Barjo tidur lelap, sehingga menyebabkan satu korban meninggal dunia. Kemudian korban luka yakni Riyani (30) luka ringan, Rio Praditya Andika (12) luka kepala.
“Korban sudah dievakuasi warga dan dibawa ke RSUD Wates,” katanya.

Suradi mengatakan kondisi tanah longsoran sendiri masih berpotensi terjadi longsor susulan. Hal ini mengingat tanah masih labil dan jarak dengan rumah hanya meter.
“Kami sudah mengimbau kepada warga untuk waspada potensi tanah longsor susulan,” katanya. Selain di Karangasir, tanah potensi tanah longsor juga terjadi di Desa Sentolo Kidul, Kecamatan Sentolo yang mengancam empat rumah warga. Longsor terjadi dengan ketinggian delapan meter, panjang 54 meter, sekitar 17.30 WIB.

“Selain mengancam rumah warga, juga mengakibatkan akses jalan penghubung Sentolo Kidul ke pedukuhan Pongangan berbahaya untuk dilewati pengguna jalan,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Gusdi Hartono mengimbau warga mewaspadai potensi longsor dan banjir di wilayah ini. “Kami mengimbau kepada masyarakat mengenali tanda-tanda alam. Bagi warga yang rumahnya potensi tanah longsor, segera mengungsi ke rumah warga yang aman, bila hujan dengan intensitas tinggi lebih dari lima jam,” katanya.

Sumber : Antara
Continue Reading

Enam Korban Tanah Longsor Pacitan Belum Ditemukan

4 December 2017
in News
Longsor di Pacitan, Jawa Timur

Longsor di Pacitan, Jawa Timur

VIVA – Tanah longsor terjadi di Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Jawa Timur. Tebing setinggi 40 meter longsor menerjang dua rumah warga hingga rata dengan tanah.Akibat longsor, tujuh orang hilang tertimbun tanah longsor. Sementara tim gabungan TNI, Polri dan SAR kembali melakukan evakuasi di lokasi bencana setelah sempat dihentikan selama dua hari karena jalan terputus.

Berdasarkan laporan tvOne, pencarian kali ini melibatkan 170 personel gabungan TNI, Polri dan SAR. Titik pencarian melibatkan di Dusun Duren, lokasi rumah tertimbun longsor dengan empat orang masih tertimbun tanah longsor.”Semua elemen menuju Dusen Duren untuk mencari empat jenazah yang sampai haru ketiga belum ditemukan,” kata Kapten Agus Setyawan, Kasatgas Tim Pencarian Kebonagung.

Setelah jenazah di sini ditemukan, personel akan bergerak ke Desa Sidomulyo karena di sana masih ada dua jenazah yang belum ditemukan. Selain itu, pasukan K9 anjing pelacak juga sudah diterjunkan untuk mencari keberadaan korban hidup atau tewas. Namun upaya tersendat medan terjal yang masih rawan longsor dan evakuasi yang masih menggunakan alat seadanya.”Proses evakuasi TNI dan Polri kita mulai menurunkan anjing pelacak untuk membantu mencari korban tanah longsor,” ujar AKBP Deny Abraham, Kasumdit Sabhara Polda Jatim bidang SAR.Sementara saat ini, evakuasi belum berhasil menemukan korban yang terindikasi masih tertimbun tanah longsor. (ren)

 

Laporan: Agus tvOne

Continue Reading

67 Desa di Wonogiri Terdampak Bencana Banjir dan Tanah Longsor

30 November 2017
in News
Hujan yang mengguyur selama 14 jam tanpa henti, Selasa (28/11), membuat sedikitnya 40 rumah di dua kecamatan di Wonogiri terendam. Banjir terjadi di wilayah Kecamatan Nguntoronadi dan Pracimantoro.

Hujan yang mengguyur selama 14 jam tanpa henti, Selasa (28/11), membuat sedikitnya 40 rumah di dua kecamatan di Wonogiri terendam. Banjir terjadi di wilayah Kecamatan Nguntoronadi dan Pracimantoro.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI – Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, bencana alam baik banjir bandang dan tanah longsor terjadi di 19 kecamatan dan 67 desa.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, menjelaskan jika saat ini ada 2 korban tertimbun longsor di Wonogiri.

Dua orang korban tertimbun longsor di Wonogiri, jelasnya, ditemukan dalam kondisi meninggal.Sedangkan menurutnya sekitar 2 ribu warga yang semula terpaksa mengungsi, hari ini berangsur berkurang karena air mulai surut.Bambang menjelaskan, dua korban tewas akibat tertimbun tanah longsor. Mereka adalah Sri Wati (40) Suyati (60).”Peristiwa terjadi di Bengle RT 02 RW 05, Desa Jetis, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri. Mereka ibu dan anak,” katanya, via telepon, Rabu (29/11/2017).Ia menuturkan, awalnya, dalam kejadian longsor pada Selasa (28/11/2017), dua orang itu hilang.Kemudian baru dilaporkan bahwa terdapat kemungkinan keduanya tertimbun longsor.

“Mereka ditemukan dalam evakuasi pagi tadi. Evakuasi dilakukan tadi jam 7 pagi. Jasadnya sudah diserahkan kepada keluarga,” papar dia. Selain itu, ia menguraikan, hampir 2 ribu warga Wonogiri harus mengungsi sejak kemarin.Posko pengungsian, lanjutnya, berada di masing-masing desaterdampak, kantor Kecamatan, dan kantor BPBD.”Saat ini pengungsi sudah berkurang, karena banjir surut. Hanya saja, yang rumahnya roboh masih harus mengungsi,” jelasnya.  Lebih lanjut Bambang menjelaskan, bantuan bahan-bahan logistik telah didistribusikan.

“Di setiap posko juga didirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga,” jelasnya.Lebih jauh ia memaparkan, langkah selanjutnya dalam tahap pemulihan paska bencana, pihaknya telah menerjunkan relawan dan melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri.Bambang mengakui, saat upaya evakuasi ada beberapa wilayah yang sempat terisolir, sehingga akses komunikasi sulit, apalagi ada sejumlah jembatan putus.”Untuk antisipasi, kita sudah meminta agar tenaga kesehatan dikerahkan di lokasi. Dan saat ini yang terpenting yaitu dibutuhkan adanya psikologi sosial dan pengadaan air bersih untuk warga terdampak,” ungkapnya.(*)

Continue Reading

Badai Cempaka Timbulkan Banjir dan Tanah Longsor di Kulon Progo

29 November 2017
in News
(Ilustrasi) Tanah longsor. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

(Ilustrasi) Tanah longsor. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

  • Badai Cempaka yang menyebabkan hujan deras membuat wilayah di Kulon Progo, Yogyakarta, mengalami banjir dan tanah longsor.
     tirto.id – Badai Cempaka yang menyebabkan hujan lebat dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Kulon Progo sejak dua hari terakhir. Akibatnya, bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang terjadi di wilayah barat Yogyakarta itu.
    Kasi Kedaruratan dan Logistis BPBD Kulon Progo Suhardiyana mengatakan hampir semua kecamatan di Kulon Progo terkena bencana tanah longsor.
    “Dari 12 kecamatan di Kulon Progo, terkena bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang dalam skala kecil dan sedang,” kata Suhardiyana, Selasa (28/11/2017) seperti dikutip dari Antara.
    Menurut Suhardiyana,kecamatan yang terendam banjir yakni seluruh wilayah Kecamatan Panjatan, dan sebagian Lendah. Kemudian 10 kecamatan lain, terjadi bencana tanah longsor dan pohon tumbang.
    “Kami masih melakukan pendataan kawasan bencana di Kulon Progo,” katanya.
    Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Gusdi Hartono mengatakan pihaknya sedang melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah kecamatan, DPUPKP, dan Dinsos.”Kami sedang rapat koordinasi,” katanya.
    Ia mengimbau kepada warga untuk waspada, dan menjaga keselamatan. “Warga yang berada di wilayah bencana segera mengungsi,” katanya.
    Badai tropis Cempaka yang mengakibatkan cuaca ekstrem di Ygyakarta ini terdeteksi pada Pukul 19.00 WIB, Senin malam (27/11/2017), demikian siaran resmi BMKG. Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis BMKG (Tropical Center Warning Center/TCWC) mendeteksi siklon tropis bernama “Cempaka” telah tumbuh di perairan yang sangat dekat dengan pesisir selatan Pulau Jawa.

    Kemunculan siklon tropis di wilayah Perairan sebelah Selatan Jawa Tengah itu, menurut analisis BMKG, berpotensi besar memicu hujan lebat di Wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
    Potensi Angin Kencang tercatat bisa mencapai hingga 30 knot di Wilayah Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Sumber: antara

Continue Reading

Pengikisan Tebing, Jalur Kolmas Lembang Ditutup Sementara

28 November 2017
in News
Petugas dari BPBD KBB saat sedang melakukan pengikisan tebing yang longsor di Jalan Kolmas, Desa Cikahuripan, Lembang, KBB, Sabtu (18/11/2017) pagi. Selama proses ini arus trpaksa dialihkan ke jalur alternatif. KORAN SINDO/ADI HARYANTO

Petugas dari BPBD KBB saat sedang melakukan pengikisan tebing yang longsor di Jalan Kolmas, Desa Cikahuripan, Lembang, KBB, Sabtu (18/11/2017) pagi. Selama proses ini arus trpaksa dialihkan ke jalur alternatif. KORAN SINDO/ADI HARYANTO

 

BANDUNG BARAT – Upaya pengikisan tebing longsor di Jalan Kolonel Masturi (Kolmas), Desa Cikahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus dilakukan oleh tim gabungan petugas TNI, Polri, dan BPBD KBB, Sabtu (18/11/2017) pagi.
Selama proses berlangsung arus lalu lintas di jalan yang menghubungkan antara Kota Cimahi ke kawasan Lembang ini terpaksa ditutup. Kendaraan yang akan menuju Lembang atau sebaliknya dari Lembang yang akan menuju Cimahi dialihkan melalui Jalan Sersan Bajuri Cihideung dan Jalan Manoko. “Selama proses evakuasi pengikisan tebing yang longsor ini arus lalu lintas kami tutup sementara dan dialihkan ke Jalan Sersan Bajuri dan Jalan Manoko,” terang Kanit Lantas Polsek Lembang AKP Asep Ratman saat ditemui di lokasi, Sabtu (18/11/2017). Menurutnya, upaya pengikisan ini sebagai antisipasi tetjadinya longsor susulan mengingat di titik longsor ini terlihat adanya retakan tanah. Untuk itu sejak Jumat sore (17/11/2017) petugas gabungan juga telah melakukan pengamanan di lokasi khususnya pengaturan kendaraan yang melintas.

“Untuk hari ini kami menerjunkan 10 personel termasuk yang ditempatkan di titik pengalihan arua kendaraan di Betrix dan Manoko,” ucapnya.
Salah seorang petugas BPBD Hibar Hadi menambahkan pengikisan lahan yang dilakukan dengan panjang sekitar 10 meter dan kedalaman 2 meter untuk dilakukan sistim trap.Pengikisan dilakukan oleh 15 petugas dan dibantu dengan satu unit mobil BPBD dan mobil pemadam kebakaran dari Pos Lembang “Pengikisan sampai tanah yang gembur habis, sebab jika tanah yang gembur masih ada rawan tergerus apalagi jika hujan terus menerus turun,” terangnya. Seperti diketahui, lokasi tebing longsor di Jalan Kolmas ini juga pernah mengalami longsor yang menutup jalan pada Minggu malam tanggal 13 November 2016. Pada kejadian itu empat orang sekeluarga yang berada di mobil tewas setelah kendaraan yang mereka tumpangi terhempas material longsoran tanah dari tebing setinggi sekitar 50 meter tersebut.

(rhs)
Continue Reading

Pascalongsor, Jalur Selatan Sudah Aman Dilalui Kereta

27 November 2017
in News
PT KAI Daop 2 Bandung memastikan jalur selatan sudah bisa dilalui kereta api pascalongsor. Foto/Asep Supiandi

PT KAI Daop 2 Bandung memastikan jalur selatan sudah bisa dilalui kereta api pascalongsor. Foto/Asep Supiandi

BANDUNG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung memastikan jalur selatan sudah bisa dilalui kereta api pascalongsor di sejumlah titik antara petak jalan Bumi Waluya-Cipeundeuy. Sterilisasi material tanah longsoran dari jalur kereta api tersebut dinyatakan selesai per pukul 02.35 WIB.

Meskipun demikian PT KAI Daop 2 Bandung masih membatasi kecepatan kereta api yang melintas di Km 230+8 hingga 234+5 hanya 5 km/jam.
“Kereta api pertama yang melintas di jalur itu adalah KA Malabar pada pukul 03.23 WIB. Namun kecepatannya harus dibatasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Akan tetapi secara umum jalur tersebut sudah aman untuk dilalui,” ungkap Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus kepada SINDOnews, Jumat (24/11/2017).Menurut dia, PT KAI sudah mengerahkan tiga unit backhoe tambahan untuk menyingkirkan material longsoran dari jalur kereta api. Bahkan, awalnya PT KAI menargetkan jalur bisa dilintasi pada pukul 19.30 WIB, Rabu (23/11/2017). Namun sekitar tujuh jam kemudian jalur tersebut baru bisa disterilkan dan aman dilintasi kereta api.

Sekadar mengulas, hujan yang mengguyur deras sempat membuat tanah di lokasi kejadian ambrol serta menutup jalur kereta api yang awalnya terjadi di Km 233+0/1 antara Bumiwaluya-Cipeundeuy. Namun ternyata, tidak hanya di lokasi itu saja, longsoran susulan juga terjadi di beberapa titik, yaitu di Km 230, 231, 232, dan 234. “Ketika itu timbunan tanah cukup bervariasi, antara 10 sampai 100 meter, dengan ketinggian 1 sampai 7 meter,” terang Joni.

Akibat peristiwa itu, operasional kereta api mengalami gangguan, sehingga dilakukan berbagai perubahan pola operasi. Ada beberapa kereta yang memutar ke jalur utara (Purwakarta-Cikampek-Cirebon-Purwokerto-Kroya) yaitu KA Kahuripan, Serayu, Kutojaya Selatan, Malabar, Mutiara Selatan, urangga dan Lodaya. Untuk KA Argo Wilis dan Pasundan yang tertahan, penumpangnya dialihkan menggunakan bus menuju Bandung.

(rhs)
Continue Reading
Page 1 of 3712345...102030...Last »