News

Warga Pacitan Panik, Tebing Tinggi Mendadak Longsor

8 June 2018
in News

daerah-rawan-longsor-foto-jpgpojokpitu

jpnn.comPACITAN – Warga Dusun Madekan Desa Jetis Kidul di Pacitan, Jawa Timur sempat dibuat panik ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.Pasalnya, hujan menyebabkan longsor dari tebing ratusan meter.Longsor tersebut mengakibatkan empat rumah milik warga yang bermukim di bawah tebing.Dua rumah mengalami rusak sedang, sementara yang lainya mengalami kerusakan parah, hingga rata dengan tanah.”Sebelum kejadian longsor, terdengar bunyi pepohonan yang runtuh di atas tebing,” ujar Rio Basuki, salah satu warga.

Material lumpur dan batu setebal 1 meter, juga masuk ke dalam bangunan rumah warga dan menimbun beberapa perabot rumah.Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor susulan tersebut.Namun, di perkirakan kerugian material mencapai puluhan juta rupiah. Warga terdampak longsor kini memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. (pul/jpnn)

Continue Reading

3 Unit Rumah Warga di Parit 6 Mengalami Rusak Akibat Tanah Longsor

7 June 2018
in News
Kondisi Rumah Sekarang

Kondisi Rumah Sekarang

TEMBILAHAN, Datariau.com – 3 unit rumah dan gudang di Jalan Gerilya Parit 6 Tembilahan Hulu mengalami kerusakan akibat longsornya tanah tempat bangunan itu berdiri, Minggu, (3/6/18), sekira pukul 14.10 WIB. Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, melalui Kapolsek Tembilahan Hulu AKP A. Raymond Tarigan Girsang menyebutkan ada 1 unit rumah milik Salim (40) dan 2 unit bangunan yang difungsikan sebagai gudang, milik Mulidi (50). Sedangkan rumah milik Anto (55 tahun) mengalami kerusakan berat, akibat roboh dikarenakan tanah di bawah bangunan itu terban. Akibatnya rumahnya jatuh ke sungai dan dibawa arus. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian masih dalam perhitungan pemiliknya.  Diduga longsornya tanah di kawasan tersebut, akibat abrasi.  Sampai saat ini, warga bersama Petugas Kepolisian dan Instansi terkait, masih di lokasi, mengevakuai barang – barang milik korban.

Continue Reading

Mohammad Idris Pantau Pemasangan Bronjong Di Lokasi Longsor Tanah Baru

6 June 2018
in News

ada

 

SahabatIdris.com- Pasca Longsor yang terjadi di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji pada beberapa waktu lalu, Satgas Banjir PUPR Kota Depok langsung melakukan pemasangan bronjong di lokasi tersebut.Tak tanggung-tanggung pemasangan bronjong ini langsung dipantau oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris yang ingin memastikan antisipasi jika ada longsor susulan.

“Pemasangan Bronjong ini sebagai antisipasi apabila terjadi longsor susulan,” ujar Idris.Dikatakannya pemasangan bronjong ini merupakan tindakan darurat yang harus segera dilakukan. Selanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan mengajukan biaya tidak terduga (BTT) untuk turap bagian sisi jalan.“BTT ini juga sebagai rekayasa untuk mengantisipasi adanya longsor susulan.

Kami akan mengajukan BTT sebesar 200 juta. Nilai tersebut belum bisa untuk mengakomodir penataan kali, jadi hanya cukup untuk turapnya saja,” jelas Idris seraya berharap tidak terjadi lagi longsor susulan.Idris melanjutkan, kedepannya ingin penataan kali yang komprehensif dan strategis dengan menggandeng Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta. Jadi ada kerjasama dan kolaborasi yang tentunya sesuai dengan wewenang masing-masing wilayah, seperti untuk kalinya bisa diintervensi oleh Provinsi Jawa Barat, untuk jalnnya oleh kota Depok, dan untuk perbatasannya ditangani oleh Provinsi DKI Jakarta. Dengan begitu nantinya penataan bisa dilakukan secara permanen, katanya.

Continue Reading

Jenazah Terakhir Korban PETI di Temukan

5 June 2018
in News

images-4

Lensa.News, BOLMONG–Jenazah Molan Mamonto, korban tanah longsor di lokasi tambang Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow ditemukan tim gabungan pada Senin (4/6/2018) malam setelah di lakukan pencarian kurang lebih 27 jam

Molan bersama 5 penambang lainnya tertimbun tanah longsor di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Desa Bakan, Bolaang Mongondow (Bolmong) pada  Minggu (3/6/2018) sore.Jenazah Molan Mamonto adalah jenazah ke enam atau yang terakhir dievakuasi oleh tim gabungan di lokasi tambang tersebut. Lima jenazah sudah evakuasi sehari sebelumnya dan telah dimakamkan.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui anggota tim reaksi cepat BPBD Inglie Paputungan berkata bahwa korban Molan sudah berhasil dievakuasi tepat pukul 18.15 Wita. “Korban terakhir berhasil di evakuasi Tim SAR Gabungan dan sudah dilakukan proses penurunan jenazah korban dari lokasi kejadian menuju rumah duka di Desa Bakan,” ujarnya.Koordinator Basarnas Kotamobagu Rusmadi menyampaikan korban Molan ditemukan tak terlalu dalam.”Korban ditemukan kurang lebih 2 sampai 3 meter dalam tanah,” tuturnya.Dengan sudah berhasil dievakuasinya seluruh korban yang berjumlah 6 orang, maka operasi tim gabungan evakuasi korban tambang mautpun berakhir. (Mg2)

 

Continue Reading

Enam Penambang Emas Tertimbun Tanah Longsor

4 June 2018
in News

Enam-Penambang-Emas-Tertimbun-Tanah-Longsor

Kabar5.Com, Sulawesi Utara | Sebanyak 6 penambang tertimbun longsor di Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara, Minggu 3 Juni 2018. Longsor terjadi karena hujan deras di kawasan pertambagan.


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan mereka tetap menambang meski hujan deras. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban longsor.

“Dari 6 orang yang tertimbun 5 orang sudah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu pukul 19.00 Wita,” kata Sutopo dalam siaran persnya, Senin 4 Juni 2018.Sementara 1 orang masih dalam pencarian. Sebanyak 5 orang penambang emas yang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal adalah Rian Mamonto (28), Wiro Ketangrejo (26), Adi Mokodompit (26), Dodo Mamonto (45), dan Dudi Lenda (45).

“Sedangkan 1 orang masih dalam pencarian adalah Molan Mamonto (55). Semua korban warga Desa Bakan,” kata Sutopo.Pagi ini pencarian diteruskan. BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow, Basarnas Kota Mobagu, TNI, Polri, relawan dan masyarakat melakukan evakuasi korban. Lokasi longsor merupakan perbukitan dengan kemiringan lereng yang cukup curam yang rawan longsor. Apalagi penambangan dilakuka secara tradisional sehingga mudah longsor saat hujan deras.

 

 

Continue Reading

Hujan Deras Picu Banjir dan Tanah Longsor di Sabang

31 May 2018
in News
Petugas BPBD Sabang membantu warga membersihkan material lumpur yang terbawa banjir, Sabtu 26 Mei 2018. Foto: Kba/Diki Arjuna.

Petugas BPBD Sabang membantu warga membersihkan material lumpur yang terbawa banjir, Sabtu 26 Mei 2018. Foto: Kba/Diki Arjuna.

KBA.ONE Sabang – Hujan deras yang mengguyur Aceh sejak jumat hingga sabtu dini hari mengakibatkan sejumlah gampong di Kota Sabang terendam banjir. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tingginya intensitas hujan juga memicu tanah longsor.Pantauan KBA, banjir setidaknya merendam rumah warga di Gampong Kuta Ateuh dan Lingkungan Taqwa, Gampong Ie Melee Kecamatan Sukajaya. Selain rumah, banjir genengan dengan ketingginan 10 hingga 30 centimeter turut menggenangi sejumlah ruas jalan.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sabang Syamsurizal mengatakan tidak ada laporan korban jiwa dalam musibah tersebut. Selain banjir genangan, hujan lebat yang mengguyur Aceh sejak Jumat hingga Sabtu dini hari tadi turut mengakibatkan longsor dibeberapa kawasan di Sabang.  “Hujan yang mengguyur semalam tergolong intensitas tinggi dan sangat berat, sehingga memicu longsor dibeberapa kawasan dan banjir genangan.

 

Untuk mengatasi material lumpur dan batu yang terbawa longsor, kami sudah mengerahkan tim turun kelokasi untuk membantu warga,” kata Syamsurizal, Sabtu 26 Mei 2018.  Syamsurizal mengimbau masyarakat tetap waspada dengan ancaman bahaya tanah longsor dan tumbangnya pohon kayu terutama di kawasan yang rawan longsor. “Tetap memantau lokasi disekitar anda dan jika berpotensi mengancam keselamatan segera tinggalkan lokasi apalagi untuk beberapa daerah yang rawan longsor,” kata Syamsurizal.

Continue Reading

Warga Tanah Baru Berharap Pemasangan Pembatas Jalan Dekat Lokasi Longsor

30 May 2018
in News
Longsor di tepi Kali Tanah Baru, Kampung Poncol, Beji, Depok, Selasa (29/5/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA    Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Warga Tanah Baru Berharap Pemasangan Pembatas Jalan Dekat Lokasi Longsor, http://jakarta.tribunnews.com/2018/05/29/warga-tanah-baru-berharap-pemasangan-pembatas-jalan-dekat-lokasi-longsor. Penulis: Bima Putra Editor: Y Gustaman

Longsor di tepi Kali Tanah Baru, Kampung Poncol, Beji, Depok, Selasa (29/5/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Ketua RT 01/RW 01 Kampung Poncol Kelurahan Tanah Baru Kusnadi mengatakan lokasi tanah di tepi Kali Tanah Baru yang longsor memang rawan longsor.Pasalnya ada turap di bawah kali yang sudah retak sebelum longsor besar dalam sekejap “Ini memang daerah rawan longsor karena bagian bawahnya sudah pada retak, warga di sini saja enggak berani memarkirkan mobilnya. Jadi biar kata ada bagian tanah yang kosong tetap enggak berani, karena daerahnya rawan,” kata Kusnadi ditemui di lokasi, Beji, Depok, Selasa (29/5/2018).

Selain karena retaknya turap di bagian bawah kali, ia menduga longsor terjadi karena beberapa waktu lalu bus pariwisata ukuran besar kerap melintas di jalan Tanah Baru.Dikatakannya, bus pariwisata yang melintas itu datang dari arah Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

“Itu bus pariwisata yang dari arah Lenteng Agung mau ke Sawangan, karena pol busnya di Sawangan. Belum lama ini banyak yang bus pariwisata yang lewat di sini. Sebenarnya jalan ini enggak cocok buat dilewatin kendaraan berat,” ujarnya.

Selain bus pariwisata, kendaraan berat seperti truk pengangkut pasir juga kerap melaju di jalan Tanah Baru.Karena tidak merupakan jalan umum, Kusnadi mengatakan tidak dapat melarang kendaraan berat itu melintas.Selain berharap perbaikan turap yang longsor segera dilakukan, Kusnadi berharap pemasangan pembatas jalan di jalan Tanah Baru dilakukan secara merata.”Di bagian yang longsor ini memang belum ada pembatas jalannya, jadi bahaya buat orang yang enggak tahu daerah sini, takutnya jatuh ke kali. Dulu juga motor sama mobil pernah ada yang jatuh ke kali,” tutur Kusnadi.Penerangan di jalan Tanah Baru terbilang minim kian membahayakan pengendara yang melintas karena sulit melihat batas kali.Sebagai informasi, longsor besar terjadi di tepi Kali Tanah Baru, Beji pada Selasa (29/5/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.Meski lebar bagian tanah yang longsor sekira sepuluh meter lebih, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

 

Continue Reading

Longsor di Bengkulu, Satu Kecamatan Terisolasi

28 May 2018
in News
Longsor di Kabupaten Lebong, Bengkulu.(KOMPAS.com/FIRMANSYAH)   Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Longsor di Bengkulu, Satu Kecamatan Terisolasi", https://regional.kompas.com/read/2018/05/28/14091421/longsor-di-bengkulu-satu-kecamatan-terisolasi?utm_campaign=Dlvrit&utm_source=Twitter&utm_medium=Social.  Penulis : Kontributor Bengkulu, Firmansyah Editor : Reni Susanti

Longsor di Kabupaten Lebong, Bengkulu.(KOMPAS.com/FIRMANSYAH)

BENGKULU, KOMPAS.com – Longsor terjadi di Kelurahan Rimbo Pengadang, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, Senin (28/5/2018). Akibat longsor tersebut, Kecamatan Topos terisolasi. “Lokasi longsor merupakan jalan lintas menuju Kecamatan Topos, ada ribuan jiwa di dalamnya. Akibat longsor satu kecamatan terisolasi,” kata Rafik Sanie pengguna jalan. Longsor terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Material tanah dari atas bukit yang telah gundul longsor dan menutupi seluruh badan jalan

“Tidak ada jalan lain menuju Kecamatan Topos, tebal material tanah hingga kini belum dialihkan dari jalan raya,” ungkapnya. Sementara itu beberapa pengguna jalan yang akan menuju Topos terpaksa memutar arah. Sedangkan kendaraan yang hendak keluar Topos harus menunggu material tanah dialihkan. “Kami terpaksa menunggu hingga material tanah dipindahkan. Tidak tahu kapan waktunya,” ujar Sigit, warga lain. Sementara itu hingga kini warga berusaha mengangkat beberapa kendaraan bermotor melewati material tanah dengan cara diangkut secara bergotong royong. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan hingga kini belum terlihat tindakan dari pemerintah.

Continue Reading

Dampak Banjir Ciganjur, Puluhan Rumah Terancam Longsor

25 May 2018
in News

Liputan6.com, Jakarta - Luapan Sungai Cianjur, Jawa Barat, mengakibatkan berbagai kerusakan fisik. Puluhan rumah warga terancam longsor karena pondasi tergerus air sungai.Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Minggu (8/4/2018), tim gabungan BPBD, Palang Merah Indonesia, TNI dan Polri serta ratusan warga gotong royong bersihkan sampah akibat luapan Sungai Cianjur yang menghantam jembatan penghubung Gang Rinjani, Cianjur, Jawa Barat.

BPBD mendata enam rumah warga hanyut terseret arus sungai. Puluhan rumah di bantaran sungai kini terancam longsor.Pemerintah Kabupaten Cianjur menyatakan banjir datang tiba-tiba akibat curah hujan yang tinggi serta adanya kerusakan alam. Banjir mengakibatkan salah satu ruas jalan sempat berubah jadi aliran air berarus deras.

Continue Reading

Revisi Data, BPBD Jabar Nyatakan Korban Longsor di KBB Hanya Dua Orang

24 May 2018
in News
Ilustrasi longsor. (KOMPAS.com/Yatimul Ainun)  Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Revisi Data, BPBD Jabar Nyatakan Korban Longsor di KBB Hanya Dua Orang", https://regional.kompas.com/read/2018/03/05/22073871/revisi-data-bpbd-jabar-nyatakan-korban-longsor-di-kbb-hanya-dua-orang.  Penulis : Kontributor Bandung, Agie Permadi Editor : Erwin Hutapea

Ilustrasi longsor. (KOMPAS.com/Yatimul Ainun)

 

 

 

 

 

 

BANDUNG, KOMPAS.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Jawa Barat Dicky Saromi merevisi pernyataannya terkait jumlah korban longsor yang terjadi di Kampung Bonjot RT 03 RW 11, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung. Berdasarkan data yang diberikan kepada Kompas.com, jumlah korban tewas yang tertimbun longsor ada dua orang, yakni Damah (41) dan Puja (13), bukan tiga orang seperti yang diberitakan sebelumnya.

“Ini update jam 19.00 WIB, ternyata korban yang tertimbun hanya dua orang, semula tiga orang,” kata Dicky melalui pesan singkatnya kepada Kompas.com, Senin (5/3/2018) malam. Ketika disinggung terkait anak yang disebutkannya semula bernama Ari (7), Dicky tak menjelaskannya. “Sementara di lapangan seperti itu, coba kontak ke KBB-nya, kami berdasarkan tim di lapangan,” ucapnya. Baca juga: Korban Tertimbun Longsor di KBB Bertambah Jadi Tiga Orang Dicky mengatakan, akibat dari longsoran itu, satu rumah hancur terbawa longsoran, satu rumah rusak berat, dua rumah rusak ringan, dan tujuh rumah terancam longsoran tanah tersebut.

“Untuk korban terdampak yang rumahnya terancam sementara diungsikan ke kerabat terdekat,” ujarnya. BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama masyarakat dan aparat desa melakukan evakuasi dan pencarian korban yang belum ditemukan. Saat ini baru satu orang korban tewas yang sudah ditemukan Kantor Basarnas Bandung, yakni Puja (13), sedangkan ibunya Damah (41) masih dalam pencarian.  “Evakuasi lanjutan akan dilaksanakan pada Selasa (6/3/2018) sekitar pukul 07.00 WIB dan juga dikerahkan anjing pelacak dan alat berat,” tutur Dicky.

Continue Reading
Page 1 of 4812345...102030...Last »